Bank Jatim Menangi Duel Gengsi Lawan Jakarta Electric PLN

Kompas.com - 27/04/2008, 14:58 WIB

Laporan Wartawan Kompas, Johanes Waskita

BANDUNG, MINGGU - Grand final Sampoerna Hijau Voli Proliga 2008 masih sepekan lagi, namun putri Surabaya Bank Jatim dan Jakarta Electric PLN menampilkan permainan layaknya final pada hari terakhir babak empat besar di GOR C-Tra Arena, Bandung, Minggu (27/4).

Bank Jatim akhirnya memenangi duel gengsi ini dan unggul 3-2 (22-25, 21-25, 25-18, 25-18, 23-21). Laga kedua tim tidak lagi menentukan karena keduanya sudah memastikan tempat di grand final. Namun, keduanya bermain serius karena panitia menyiapkan bonus Rp 30 juta sebagai pemuncak babak empat besar.

Keseriusan itu muncul di lapangan, saat Electric memenangi dua set pertama dan Bank Jatim berbalik unggul di dua set berikutnya. Di set terakhir, perolehan angka berjalan ketat hingga 6-6. Electric kemudian memimpin dua angka hingga kedudukan 13-10. Bank Jatim yang tak mau menyerah menyamakan kedudukan 13-13.

Ketatnya pertandingan terlihat dari sembilan kali deuce, sebelum Bank Jatim mengakhirinya dengan 23-21. Pelatih Electric Victor Laiyan mengatakan, melakukan kekeliruan dengan menarik keluar pemain nasional Joshefina Tahalele sehingga kehilangan set ketiga. "Secara keseluruhan tim kami masih terlalu banyak mengandalkan tim asing. Tetapi, kami akan membalasnya di final," ujarnya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau