SEKITAR 3.500 personil marinir Amerika Serikat baru saja didatangkan ke beberapa wilayah Afganistan yang saat ini dikuasai oleh milisi Taliban. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, personil korps marinir dari satuan tempur 24th Marine Expeditionary Unit dikerahkan untuk menyeberangi lautan pasir di Afganistan bagian selatan guna mendukung kekuatan pasukan koalisi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang masih kekurangan personil.
Marinir AS diterjunkan bersama pasukan Inggris di provinsi Helmand, ladang opium terbesar di dunia dan benteng pertahanan terkemuka Taliban dalam 2 tahun belakangan. Menurut keterangan intelijen AS, milisi Taliban menguasai 10 persen wilayah Afganistan, sebagian besar diantaranya adalah wilayah Helmand.
Namun, beberapa pejabat pemerintah Barat pesimistis misi pasukan internasional di Afganistan dalam menumpas milisi Taliban dapat memetik keberhasilan. Washington telah melobi negara-negara anggota NATO agar menyediakan pasukan tambahan di Afganistan, terutama di wilayah bagian timur dan selatan yang gencar mendapatkan perlawananan bersenjata dari pejuang Taliban.
Kehadiran personil marinir AS di Afganistan merupakan isyarat nyata bahwa baik Inggris maupun Kanada yang mengerahkan pasukannya di provinsi Kandahar kewalahan mengendalikan keamanan di wilayah tersebut. "Misi kami adalah menciptakan situasi yang lebih aman selain mendukung keamanan bagi perluasan wilayah pemerintah Afganistan," jelas Kolonel Peter Petronzio, komandan 24th Marine Expeditionary Unit.
24th Marine Expeditionary Unit dikenal sebagai satuan pemukul reaksi cepat yang berada di pengawasan langsung dari Jenderal Dan McNeill dari AS yang menjadi panglima pasukan NATO di Afganistan. McNeill dapat menggerakkan personil marinir AS ke berbagai titik wilayah manapun yang dikhendakinya di Afganistan. Sebagian besar personil marinir AS ditempatkan di bagian timur Afganistan.
Marinir AS belakangan telah ditugaskan dalam misi berisiko tinggi seperti diantaranya dalam misi pengiriman suplai kebutuhan hidup dengan menempuh wilayah Helmand bersama beberapa konvoi darat selama beberapa pekan terakhir. Konvoi darat ini memerlukan waktu lebih dari 20 jam untuk sekali menunaikan misinya. Pada 15 April 2008 saja, dua personil marinir AS tewas oleh ledakan bom yang dipasang di pinggir jalan.
Negara-negara Barat, termasuk AS dan negara anggota NATO telah mengirimkan personil tambahan ke Afganistan di saat meningkatnya aksi kekerasan. Menurut keterangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), lebih dari 8.000 orang yang sebagian besar milisi tewas dalam bentrokan senjata pada tahun 2007.
Jumlah serangan bunuh diri yang dilakukan oleh milisi pada tahun 2007 melonjak tajam. Lebih dari 140 aksi bunuh diri telah dilakukan milisi Taliban pada tahun 2007 atau terbesar sejak pasukan koalisi menggelar invasi pada tahun 2001 untuk menggulingkan Taliban yang melindungi pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden.
AS saat ini menempatkan 32.500 personil pasukan di Afganistan atau mencapai jumlah terbesar sejak invasi tahun 2001. Pada penghujung tahun 2006, Afganistan dipadati oleh 40.000 personil pasukan internasional. Saat ini, jumlah pasukan internasional tersebut telah mencapai 70.000 personil.
Kehadiran pasukan internasional yang cukup besar ini belum dapat menjamin Afganistan bebas dari serangan bersenjata milisi Taliban. Bahkan, Presiden Afganistan Hamid Karzai nyaris menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh milisi Taliban di Kabul pada saat menghadiri acara HUT ke-16 kemerdekaan Afganistan dari Soviet pada 27 April 2008.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang