Harga Kayu Bakar Terus Naik, Pengusaha Bingung

Kompas.com - 27/04/2008, 19:52 WIB

PURWAKARTA, MINGGU – Pengusaha keramik dan genteng di sentra Kecamatan Plered dan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, bingung menyiasati harga kayu bakar yang terus naik sejak beberapa bulan lalu. Sebagian pengusaha terpaksa berburu hingga keluar kota karena pasokan yang semakin terbatas.

Nunung Nuraini (39), pengusaha keramik (gerabah) di Desa Anjun, Kecamatan Plered, Minggu (27/4) mengatakan, harga kayu bakar di sentra keramik dan genteng Purwakarta kini berkisar Rp 1 juta hingga Rp 1,6 juta per truk atau sekitar 12 meter kubik. Padahal hingga akhir tahun 2007 lalu harganya masih berkisar Rp 700.000 hingga Rp 1,4 juta.

Menurutnya, dari beragam jenis kayu bakar yang ditawarkan, kayu karet dan kayu rambutan yang paling terbatas jumlahnya. Karenanya harga kayu karet mencapai Rp 1,5-1,6 juta per truk, tertinggi dibanding jenis kayu lainnya. Dua jenis kayu itu paling dicari pengusaha karena memenuhi syarat panas pembakaran keramik.

”Pasokan masih ada meski tak sebanyak beberapa tahun lalu. Harganya terus naik karena para pemasok sulit mencari kayu sementara permintaan bertambah,” ujarnya.

Ketika pasokan sepi, para pengusaha terpaksa jemput bola. Mereka pergi hingga ke Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Subang, Bandung, hingga Serang, untuk mencari kayu bakar. Menurutnya, harga kayu di beberapa daerah itu lebih murah.

Ali Fatah (43), pengusaha genteng di Desa Citalang, Kecamatan Tegalwaru menambahkan, pengusaha masih menggunakan kayu karena termurah dibanding bahan bakar lainnya.

Mayoritas pengusaha genteng dan keramik di sentra itu beralih ke kayu bakar pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa tahun lalu. Mereka mengubah tungku pembakarannya dari berbahan bakar minyak menjadi tungku kayu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau