BERLIN, MINGGU - Kanselir Jerman Angela Merkel minta warganya membeli mobil yang lebih irit bahan bakar. Padahal pemerintah Jerman sendiri saat ini sedang melawan Uni Eropa yang memaksa menurunkan emisi gas buang.
Merkel selama ini dikenal selalu membela industri mobil-mobil mewah Jerman yang boros bahan bakar melawan rencana Uni Eropa membatasi emisi CO2. Namun, kepada warga negaranya, Merkel mengatakan, mereka harus bisa menjawab dua persoalan, harga minyak yang terus naik dan perubahan iklim.
"Kita harus memanfaatkan segala peluang untuk menghemat energi," kata Merkel kepada koran Bild on Sonntag edisi Minggu (27/4), ketika ditanya soal meroketnya harga minyak dan makanan.
"Kita bisa berbuat lebih untuk mengisolasi bangunan, untuk menggunakan energi yang bisa diperbarui dan kita bisa membeli barang-barang yang hemat energi yang menggunakan lebih sedikit bahan bakar. Ini bagus untuk iklim dan kantong kita," katanya.
Merkel dan pemimpin Jerman sebelumnya membela mati-matian industri mobil mewahnya, karena selain menyedot tenaga kerja paling banyak, industri ini juga menyumbang porsi terbesar dalam perekonomian negara itu. Merkel menolak ajakan untuk menurunkan batas kecepatan berkendara. Rencana Uni Eropa itu dikritik habis-habisan oleh para pelobi industri otomotif dan anggota parlemen yang menyebut rencana itu diskriminatif.
Merek-merek mobil seperti BMW, Audi, Mercedes dan Porsche yang dikenal sebagai jet darat merupakan simbol kebanggaan Jerman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang