Todung Kerja Sama dengan Pengacara Timor Leste

Kompas.com - 28/04/2008, 20:07 WIB

JAKARTA, SENIN - Jika Presiden Timor Leste Ramos Horta tidak merespon somasi Metro TV dan wartawan seniornya Desi Anwar yang akan diajukan Selasa besok, Todung Mulya Lubis sebagai kuasa hukum akan mengambil langkah-langkah hukum.

"Intinya Ramos mencabut tuduhannya dan meminta maaf. Jika tidak minta maaf, akan dibawa pada upaya-upaya hukum dan forum internasional," kata Todung Mulya Lubis saat konferensi pers di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (28/4).

Mengingat proses hukumnya nanti melibatkan dua negara dengan sistem hukum berbeda, Todung akan bekerja sama dengan para pengacara di Timor Leste. Todung mengakui bahwa Pasal 79 Undang-Undang Dasar Republik Demokratik Timor Leste memberikan sejumlah imunitas kepada Ramos Horta sebagai presiden. Namun, ia yakin bahwa konstitusi tersebut tidak serta merta membiarkan preseidennya berhak untuk mencemarkan nama baik atau memfitnah pihak lain. Demikian pula konstitusi tersebut juga tidak membatasi pihak lain menempuh jalur hukum perdata sehubungan dengan perkara tersebut.

Sejauh ini, Desi Anwar telah melaporkan perkara ini kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan International Federation of Journalistist, Brussels. Sementara itu pihak Metro TV telah melaporkan perkara tersebut kepada Menteri Luar Negeri Indonesia Hassan Wirajuda, Dewan Pers, dan Persatuan Wartawan Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau