Rupiah Masih Tertekan

Kompas.com - 29/04/2008, 10:37 WIB

JAKARTA, SELASA - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa (29/4) pagi, masih dalam tekanan akibat aksi korporat yang memburu dollar. Rupiah berharap Bank Indonesia masuk ke pasar untuk menyokongnya. Rupiah berada di kisaran Rp 9.226/9.230 per dollar AS.

"Pelaku pasar masih membeli dollar AS, terutama dari PLN dan Pertamina, akibat gejolak kenaikan harga minyak mentah dunia yang diperkirakan akan terus menguat hingga akhir tahun ini," kata Dirut Finance Corpindo Edwin Sinaga seperti dikutip Antara di Jakarta.
    
Ia mengatakan, pasar masih dilanda kekhawatiran atas gejolak harga minyak mentah yang diperkirakan akan berlanjut, akibatnya rupiah di pasar domestik turun. Kenaikan harga minyak mentah yang berlanjut itu setelah terjadi aksi mogok kerja di Laut Utara, Inggris, diperkirakan akan mengurangi produksinya. "Akibatnya rupiah sampai akhir bulan ini akan terus terpuruk menuju level Rp 9.300 per dollar AS," ujarnya.

Para pelaku, lanjutnya, masih menunggu data ekonomi AS yang diperkirakan melemah menjelang pertemuan the Fed pada akhir bulan ini. "The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 2,00 persen, dari sebelumnya 2,25 persen," katanya.

Sementara itu, dollar AS terhadap yen stabil pada 104,3 yen karena pelaku asing hati-hati bermain di pasar menjelang pertemuan itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau