JAKARTA, SELASA - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa (29/4) pagi, masih dalam tekanan akibat aksi korporat yang memburu dollar. Rupiah berharap Bank Indonesia masuk ke pasar untuk menyokongnya. Rupiah berada di kisaran Rp 9.226/9.230 per dollar AS.
"Pelaku pasar masih membeli dollar AS, terutama dari PLN dan Pertamina, akibat gejolak kenaikan harga minyak mentah dunia yang diperkirakan akan terus menguat hingga akhir tahun ini," kata Dirut Finance Corpindo Edwin Sinaga seperti dikutip Antara di Jakarta.
Ia mengatakan, pasar masih dilanda kekhawatiran atas gejolak harga minyak mentah yang diperkirakan akan berlanjut, akibatnya rupiah di pasar domestik turun. Kenaikan harga minyak mentah yang berlanjut itu setelah terjadi aksi mogok kerja di Laut Utara, Inggris, diperkirakan akan mengurangi produksinya. "Akibatnya rupiah sampai akhir bulan ini akan terus terpuruk menuju level Rp 9.300 per dollar AS," ujarnya.
Para pelaku, lanjutnya, masih menunggu data ekonomi AS yang diperkirakan melemah menjelang pertemuan the Fed pada akhir bulan ini. "The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunganya sebesar 25 basis poin menjadi 2,00 persen, dari sebelumnya 2,25 persen," katanya.
Sementara itu, dollar AS terhadap yen stabil pada 104,3 yen karena pelaku asing hati-hati bermain di pasar menjelang pertemuan itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang