Empat Tentara Timor Leste Dideportasi

Kompas.com - 29/04/2008, 13:14 WIB

Laporan wartawan Kompas Wisnu Nugroho A

JAKARTA, SELASA- Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Sutanto menyatakan akan segera mendeportasi empat anggota tentara Timor Leste yang diduga terlibat dalam upaya pembunuhan terhadap Presiden Timor Leste Ramos Horta.

"Deportasi untuk keempatnya akan dilakukan dalam waktu dekat sesuai permintaan Kejaksaan Timor Leste," ujar Sutanto seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Xanana Gusmao di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/4).

Dalam jumpa pers, Presiden menyampaikan simpati atas terjadinya insiden upaya pembunuhan terhadap Presiden Horta dan PM Xanana. Sejak awal, Indonesia mengutuk kejahatan itu dan mendukung penuh demokrasi dan pemerintahan yang sah di Timor Leste.

Untuk penegakan hukum terhadap empat tentara Timor Leste yang terlibat dalam upaya pembunuhan itu dan saat ini mereka ada di Indonesia, telah dijalin kerja sama antara Kejaksaan Agung Timor Leste dan Kepolisian RI untuk membawa para pelaku ke pengadilan.

"Dengan kerja sama yang baik, kegigihan, dan profesionalitas Polri, telah ditahan empat orang anggota tentara Timor Leste yang diduga terlibat dalam upaya pembunuhan," ujar Presiden.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau