Laporan wartawan Tribun Kaltim, Adhinata Kesuma
BALIKPAPAN, SELASA - Direktur Utama PT PLN Fahmi Mochtar menyatakan, pemerintah akan menyiapkan megaproyek listrik 10.000 megawatt tahap kedua. Pasalnya, begitu proyek 10.000 MW pertama selesai sekitar tahun 2012 bakal langsung habis terserap oleh calon pelanggan yang sudah antre. "Program ini memang untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional. Rasio jumlah penduduk Indonesia yang menikmati listrik sekarang masih 65 persen," kata Fahmi saat berkunjung ke Kantor Tribun Kaltim, Selasa (29/4) siang.
Selain itu, karena pembangkit yang digunakan berbahan bakar batu bara, maka program 10.000 MW, kata Fahmi, akan menghemat biaya produksi listrik PLN. Pasalnya, hingga 2007 pembangkit PLN yang menggunakan BBM mencapai 34 persen. Dengan selesainya proyek 10.000 MW ditargetkan tersisa 10 persen. "Biaya produksi listrik PLN sekitar Rp 1.100 hingga 1.200 per kWh, sedangkan kami jual rata-rata Rp 600 per kWh. Artinya, semua orang disubsidi penggunaan listriknya. Bahkan, hitungannya termasuk turis asing yang menginap di hotel pun disubsidi," kata Fahmi.
Pendapatan PLN saat ini sekitar Rp 78 triliun, sedangkan biaya BBM mencapai Rp 83 triliun. "Itu belum termasuk biaya operasional dan perawatan," kata Fahmi. Pemerintah, menurutnya, tahun ini memberikan subsidi listrik sebesar Rp 60,3 triliun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang