JAKARTA,SELASA - Polda Metro Jaya akan mengerahkan 10.000 personelnya untuk pengamanan perayaan May Day di Jakarta selama dua hari berturut-turut mulai dari tanggal 30 April hingga puncaknya di tanggal 1 Mei.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman mengaku tidak ingin kecolongan dalam pengamanan selama dua hari ini. Oleh karena itu, Polda juga akan bekerja sama dengan TNI dan Tramtib.
"Kita sudah ingatkan korlap (koordinator lapangan) untuk melaporkan. Kita tidak ingin kecolongan, kekuatan 10.000 akan dikerahkan, dengan gabungan dari TNI dan Tramtib hampir 15.000-an dan akan berkembang kalau keadaan juga berkembang," ujar Adang usai Rapat Muspida mengenai antisipasi pengamanan pada peringatan May Day, di Jakarta, Selasa (29/4).
Meski demikian, Adang enggan menjawab berapa jumlah massa yang akan turun ke jalan sesuai dengan yang telah dilaporkan ke Polda Metro. "Yang jelas mereka sudah memberitahukan kita," ujarnya singkat.
Mengenai persiapan pengamanan, besok akan diadakan apel pagi pada pukul 08.30 di Monas. Apel pagi ini akan dipimpin langsung oleh Kapolda. Besok (30/4), unjuk rasa akan dilakukan oleh Serikat Pekerja Nasional (SPN) dan Asosiasi Pekerja Indonesia yang dimulai pada pukul 10.00.
Mereka akan bergerak ke Mahkamah Agung dan Balai Kota. Sementara, tanggal 1 Mei, akan ada unjuk rasa yang bergerak dari Bundaran HI ke Istana Negara. Selain itu, akan ada aksi damai dengan menyelenggarakan panggung hiburan, pembagian door prize, bazar dan orasi yang terpusat di Gelora Bung Karno mulai pukul 14.00. (LIN)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang