PKB Muhaimin Undang PKB Perwakilan Luar Negeri

Kompas.com - 29/04/2008, 19:57 WIB

JAKARTA, SELASA - Masing-masing 5 utusan perwakilan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di luar negeri, akan diundang dalam perhelatan Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB kubu Muhaimin Iskandar 2-4 Mei mendatang. Hal ini diungkapkan oleh Zainal Arifin yang juga Ketua Dewan Tanfidz DPW DKI Jakarta Selasa (29/4). Kelima perwakilan PKB luar negeri yang masuk dalam DPW PKB DKI Jakarta ini antara lain, Arab Saudi, Malaysia, Mesir, Syiria dan Libia.

"Insya Allah, masing-masing perwakilan ada 5 orang yang akan datang. Kita lihat saja nanti, apakah  mereka akan datang atau tidak. Yang jelas, rencana MLB kami jauh lebih matang," tegas Zainal Arifin.

Salah seorang pendukung Muhaimin Iskandar lainnya Mufid Busyairi yang tak lain anggota Komisi IV DPR menjelaskan, akan ada empat agenda yang akan dibahas oleh para muktamirin dalam MLB 2 hingga 4 Mei di Hotel Mercure, Ancol mendatang.

Keempat agenda yang menjadi pembahasan utama antara lain, melakukan konsolidasi partai,membangun jaringan pemilih dan saksi, memperkuat PKB menjadi salah satu partai yang peduli terhadap lingkungan dan agenda terakhir adalah mempertegas kembali PKB sebagai partai yang dilahirkan oleh Nahdlatul Ulama (NU).

"Agenda untuk memperkuat konsolidasi yang dimaksud adalah terkait proses pengambilan keputusan berdasarkan jenjang kaderisasi. Sebab, yang ada  selama ini, proses pengambilan keputusan bukan berdasarkan jenjang kaderisasi.  Nah, jelas itu sebagai sistem yang ada di dalam partai. Memperbaiki lagi jenjang kaderisasi," tegas Mufid.

Di kubu Gus Dur, Wakil Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB yang juga pelaksana tugas Muhaimin Iskandar mengimbau, seluruh kader Partai Kebangkitan Bangsa diminta untuk tidak melupakan sejarah bahwa Gus Dur.

"Agenda MLB diantaranya mengukuhkan Gus Dur sebagai Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB dan menetapkan atas kemunduran Muhaimin Iskandar dari jabatan Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB sekaligus mengisi jabatan yang ditinggalkan Muhaimin," jelas Ali Maskur.

"MLB PKB nanti dapat melahirkan soliditas partai untuk bisa memenangkan pemilu 2009 mendatang. Sehingga KPU dan lembaga lain tidak boleh menolak PKB untuk ikut pemilu sebab sudah diatur oleh Undang-Undang. Dewan Syuro merupakan dewan tertinggi sehingga tidak ada partai ganda di PKB," tegas Ali Maskur Musa. (Persda Network/yat)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau