ANGKA kematian bayi di Indonesia sangat tinggi. Bahkan di seluruh dunia, Indonesia menduduki rangking keenam dengan angka sekitar 6 juta bayi yang mati. Urutan pertama India dengan angka kematian 44 juta, kedua China dengan angka kematian 18 juta, ketiga Nigeria dengan angka kematian 7 juta, dan kelima Bangladesh dengan angka kematian 6 juta bayi.
Kasus kematian bayi di Indonesia ini, menurut Dr. Soedjatmiko, Sp A (K), M.Si disebabkan oleh Invassive Pneumococcus Disease (IPD). Ini adalah sekelompok penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae. Bakteri ini memiliki 90 tipe kuman. Yang paling sering menyebabkan IPD adalah ke-7 serotipe yang normalnya berada di daerah hidung dan tenggorokan dan cepat menyebar melalui darah dan paling banyak menyerang bayi dan balita dibawah usia 2 tahun.
Spesialis anak, Konsultan Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial ini di Jakarta, Selasa (29/4) mengatakan, meski bakteri ini ada di rongga hidung dan tenggorokan semua orang, tetapi tidak menyebabkan penyakit. Kelompok yang paling rentan dengan penyakit ini adalah bayi usia di bawah 2 tahun. Ini akibat dari belum sempurnanya daya tahan tubuh bayi seperti pada anak-anak diatas 5 tahun atau orang dewasa.
Polusi seperti lingkungan asap rokok, lahir prematur, tidak mendapatkan ASI, hunian yang padat, dan pergantian cuaca merupakan faktor-faktor risiko yang patut diwaspadai para orangtua, kata Soedjatmiko. Biasanya bayi-bayi yang sudah terserang IPD bakal rewel. Ini terjadi akibat demam, sesak napas, nyeri yang terjadi saat bernapas, mual dan muntah.
Penyakit ini cukup membahayakan karena mematikan. Mudah menular melalui percikan ludah sat bersin, batuk, atau bicara. Karena itu, sebagai pencegahan, sebaiknya sejak dini, saat bayi berusia dua bulan perlu diberi vaksinasi. Vaksinasi merupakan upaya preventif terbaik mengingat besarnya angka morbiditas akibat infeksi pneumokokus, terutama golongan IPD.
Saat ini vaksin pneumokokus konjugasi yang terdiri dari 7 serotipe (PCV-7) telah menjadi vaksin yang diwajibkan di AS, Australia, Eropa dan Mexico serta telah digunakan lebih dari 130 juta dosis di seluruh dunia. Vaksin ini telah diluncurkan di beberapa negara Asia seperti Honkong, Taiwan, Filipina, Singapura, Malaysia (2005), Indonesia, Pakistan, Thailand, dan India (2006).
Jadual Pemberian vaksin PCV-7 :
1. Usia di bawah 12 bulan diberi 4 dosis, yakni pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan booster pada usia 12-15 bulan.
2. Usia 7 - 11 bulan diberi 3 dosis, 2 dosis pertama dengan interval 4 minggu, dosis ketiga diberikan setelah usia 12 bulan.
3. Usia 12 - 23 cukup diberi 2 dosis dengan interval 2 bulan.
4. Usia 2 tahun ke atas cukup diberi 1 dosis saja.
Antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi lengkap dapat bertahan seumur hidup karena vaksin ini dapat merangsang pembentukan memori di dalam tubuh.
C5-08
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang