Akhirnya, Tanpa Diet Kegemukan Pun Teratasi

Kompas.com - 29/04/2008, 23:49 WIB

PARA ilmuwan Australia mengklaim telah menemukan cara menurunkan berat badan tanpa perlu diet. Terobosan baru ini tentu saja menggembirakan bagi mereka yang mengalami kegemukan. Kegemukan saat ini seolah sudah menjadi pandemi di seluruh dunia.

Para ilmuwan di Melbourne ini menemukan bahwa dengan memanipulasi sel-sel lemak pada tikus, kemampuan metabolisme mereka dapat dipercepat. Mereka menemukan bahwa saat enzim khusus, yang disebut angiotensin converting enzym (ACE) dihilangkan, tikus-tikus itu dapat makan dengan jumlah yang sama dengan yang dimakan tikus lain namun mampu membakar kalorinya lebih banyak sehingga berat badannya pun tidak bakal bertambah.

Binatang-binatang yang tidak mempunyai enzim ini sekitar 20 persen lebih kurus dibanding tikus-tikus yang berukuran normal dan 50 hingga 60 persen lemak tubuhnya lebih sedikit. Demikian ilmuwan  senior di Howard Florey Insitute, Michael Mathai mengatakan.

"Jelas bahwa lemak tubuh tikus-tikus ini lebih sedikit," ujar Mathai. Mathai yang juga dosen ilmu gizi di Universitas Victoria mengatakan, tikus-tikus yang lebih kurus juga tampak lebih kecil risikonya menderita diabetes karena gula yang ada di tubuh diproses lebih cepat dibanding pada tikus yang normal.

Dia mengungkapkan, riset yang dipublikasikan Selasa di US-based Proceeding of the National Academy of Sciences dapat digunakan untuk mengembangkan obat-obatan untuk menurunkan berat badan.

Obat-obat yang mencegah aksi ACE sudah ada dan kebanyakan digunakan untuk mengatasi penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi). "Obat-obatan ini sudah dijual dimana-mana dan digunakan untuk mengobati hipertensi," jelasnya.

"Jadi, kita pun sudah tahu keamanan dan tolerabilitas obat-obat ini. Apa yang tidak kita ketahui adalah apakah obat ini dapat bekerja untuk manusia atau tidak. Dan kita tidak tahu apakah obat ini dapat bekerja untuk semua orang yang mengalami kegemukan."

Mathai mengungkapkan, tentu saja dosis yang digunakan untuk hipertensi dengan dosis yang digunakan untuk menurunkan berat badan berbeda. "Dan hal ini tentu saja bisa dikombinasikan dengan pengaturan nutrisi dengan batasan kalori yang sudah ditentukan," jelasnya.

Mathai mengatakan, riset yang dijalankan di Howard Florey Insitute, Universitas Victoria, La Trobe, Deakin, the Baker Institute dan Universitas Melbourne sudah bisa menunjukkan dengan tepat kenapa manipulasi genetik dapat mengurangi penurunan berat badan.

"Karena kami menghilangkan gen, gen itu hilang dari seluruh tubuh yang berarti juga hilang dari seluruh jaringan termasuk otak," jelasnya. "Namun kami tidak tahu apakah ini efek dari defisiensi jaringan atau apakah ini datang dari otak itu sendiri."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau