Mesin Hibrida Sebabkan Kanker?

Kompas.com - 30/04/2008, 08:20 WIB

Kita semua tentu telah memahami bahwa kendaraan dengan mesin hibrida (hybrid) lebih ramah terhadap lingkungan. Tapi, mungkinkah di tengah "keramahan" terhadap lingkungan, mesin-mesin jenis ini justru berbahaya untuk kesehatan pengendara? Bahkan dapat mendatangkan kanker yang mematikan?

Ketika pertanyaan itu terdengar konyol bagi orang awam, justru sejumlah peneliti memiliki legitimasi dalam menyampaikan pertanyaan itu. Kemungkinan tersebut didasari pada pemahaman bahwa mesin yang digerakkan dengan full electric tersebut justru menyalurkan atau memancarkan gelombang elektromagnetik.

Nah, gelombang elektromagnetik itulah yang diduga berpotensi melahirkan risiko bagi kesehatan pengguna kendaraan itu. Jadi pertanyaan lugasnya adalah: Akankah mesin hibrida menyalurkan gelombang elektromagnetik yang cukup besar dan bisa mendatangkan dampak negatif bagi mereka yang berada di dalam mobil?

Saat ini, manusia sesungguhnya sudah dibombardir dengan pancaran gelombang serupa yang datang dari telepon selular atau lampu bohlam, misalnya. Untuk itu, di Amerika Serikat telah ada batasan-batasan untuk level pancaran gelombang tersebut. Tapi, sejumlah organisasi lain, macam the National Institutes of Health dan the National Cancer Institute, mendapati bahwa serapan gelombang elektromagnetik yang didapat manusia untuk jangka panjang berpotensi menyebabkan kanker.

Namun, seperti diberitakan dalam New York Times, sekalipun kesadaran bahwa risiko tersebut ada di depan mata, tetap belum diperoleh fakta yang membuktikan hubungan sebuah kanker disebabkan akibat pancaran gelombang elektromagnetik. Dengan demikian, masih diperlukan penelitian lebih jauh atas "tuduhan" tersebut. "Mungkin saja kesimpulan bahwa mesin hibrida dapat menyebabkan kanker masih sangat sumir. Sangat diperlukan penelitian lanjutan atas hal ini, dan kami akan melakukannya," ungkap Jim Kliesch,  teknisi utama untuk program "clean vehicle" pada the Union on Concerned Scientists. (LEFTLANE/GLO)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau