JAKARTA, RABU - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (30/4) pagi, berada di kisaran Rp 9.230/9.235 per dollar AS dibanding penutupan hari sebelumnya, Rp 9.225/9.234. Pelaku masih membeli dollar AS.
Direktur Retail Banking PT Bank Mega Tbk Kostaman Thayib di Jakarta mengatakan, pasar masih negatif terhadap rupiah, menanti hasil pertemuan dua hari bank sentral AS (The Fed) membahas penurunan suku bunga Fed fund. "The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan Fed fund sebesar 25 basis poin menjadi 2,00 persen dari sebelumnya 2,25 persen yang merupakan penurunan paling kecil dari sebelumnya, "katanya.
Rupiah, menurut dia, meski terkoreksi, tapi penurunannya tidak besar karena tertahan oleh aktifnya investor asing yang masuk ke Indonesia, terutama dari kawasan Timur Tengah. "Investor asing lainnya yang masuk ke pasar domestik juga aktif menempatkan dananya di berbagai instrumen Bank Indonesia (BI), mengingat tingkat suku bunga rupiah terhadap dollar AS tetap tinggi," ucapnya.
Kekhawatiran terhadap gejolak harga minyak mentah dunia yang mendekati angka 120 dollar AS masih tetap kuat sehingga rupiah cenderung tertekan, apalagi di pasar regional dollar AS terhadap yen menguat karena aksi beli eksportir dan importir Jepang. "Kami memperkirakan, pasar masih menekan pergerakan rupiah sekalipun ada sentimen positif dengan masuknya investor Timur Tengah ke Indonesia," ucapnya.
Tekanan negatif pasar, menurut dia, juga muncul dari melemahnya pasar saham regional, seperti indeks Nikkei Jepang turun 0,4 persen atau 48,43 poin menjadi 13.845,94. "Karena itu, koreksi rupiah terhadap dollar AS pada sesi ini dinilai cukup wajar," ujarnya.