Selamatkan Diri, Wartawan Lepas Seragam dan Buang Kamera

Kompas.com - 30/04/2008, 17:56 WIB

Laporan Wartawan Kompas, Adi Sucipto

BOJONEGORO, RABU -- Berbagai upaya dilakukan wartawan Bojonegoro untuk melepaskan diri dari amukan massa pengunjuk rasa Rabu (30/4). Ada yang melepas baju seragamnya ada yang membuang kamera.

Wartawan Radar Bojonegoro Tony Ade Irawan misalnya. Ia mengaku sempat berlari, tetapi melihat reporter radio Istana FM, Citra tertinggal, dia kembali. Lalu ia menyembunyikan kameranya di bawah degan, di sudut selatan alun-alun. Selanjutnya dia dan Citra lari ke Rumah Sakit Islam Aisyah. "Saya pura-pura jadi pegawai rumah sakit, lalu pura-pura beli es degan. Padahal saat itu massa mencari saya. Kalau ada yang tahu pasti bonyok," katanya.

Sementara itu wartawan Trans TV Ainur Rofiq lari sembunyi ke kantor dinas Kehutanan sebelah kantor Badan Pengawas daerah Bojonegoro. Rofiq terpaksa melepas baju seragamnya sehingga keluar kantor dinas kehutanan bertelanjang dada.

Semula wartawan TV One Dewi, Sucipto Roso JTv Bojonegoro dan Sasmito Anggoro stringer Metro TV meliput kedatangan massa dari alun-alun. Bahkan, Sucipto sempat mengambil gambar Dafi salah satu truk pengunjuk rasa. "Nggak tahu bagaimana mulanya tiba-tiba ada yang meneriaki dan memaki-maki dan membentak wartawan. Sucipto yang semula ambil gambar dari atas truk diturunkan paksa oleh massa. Saat itu dia terjatuh dan dihajar massa. Saya yang mau motret jarak 50 meter juga diteriaki dan dikejar. Akhirnya saya sembunyikan kamera di bawah tumpukan kelapa muda terus sembunyi ke RSI Aisyah," papar Tony.

Sementara Dewi dari TV One sempat terkena pukulan dan lemparan batu massa, sama halnya dengan Tony. Anarkhis massa belum berakhir. Malang nasib Daniel Hendibert Tampubolon reporter Bass FM dan Didik Wahyudi JTV Bojonegoro. Keduanya lari ke arah kantor PLN Unit Pelayanan dan Jaringan Bojonegoro hingga ke lorong-lorong. Karena terbentur tembok dan tidak bisa melompati pagar tembok keduanya tertangkap massa dan dihajar. Daniel terluka di bagian mata kiri dan bagian dada terkena pukulan massa. Sementara Didik mengalami luka parah di punggung. Keduanya kini mash dirawat di RS Wahyu Tetuko. Adapun Sucipto Roso dirawat di RS Islam Aisyah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau