CITRA dan kepercayaan pelanggan memang mengatasi segalanya, seakan tak peduli berapa besar ongkos yang harus dikorbankan untuk itu. Jalan ini pula yang dipilih pabrikan mobil Jepang, Mazda dengan menetapkan sebuah keputusan besar untuk memusnahkan 4.703 mobil jenis Mazda3 dan CX-7.
Sekira dua tahun silam, the Cougar, sebuah kapal kargo yang mengangkut 4.703 unit mobil produksi Mazda tersebut mengalami kecelakaan. Saat itu, the Cougar tengah menempuh perjalanan laut dari Jepang menuju Vancouver, British Colombia, Tacoma, Washington dan Port Hueneme, California. Namun sesungguhnya, ribuan mobil itu tak mengalami kerusakan, karena sistem penyimpanan yang aman di dalam kapal.
Namun, seperti yang tadi disebutkan, citra memang mengalahkan segalanya. Di akhir tahun 2006 Mazda sempat berjanji untuk tidak melempar mobil-mobil yang berada di dalam kapal Cougar ke pasaran. Sejumlah alternatif solusi pun bermunculan. Misalnya dengan menggunakan mobil-mobil itu untuk penelitian di sekolah kejuruan bidang otomotif, atau pun menggunakannya untuk film-film laga. Tapi toh, akhirnya opsi pemusnahan dinilai menjadi pilihan terbaik.
Mazda tak ingin bermain dengan risiko, karena tetap akan ada kemungkinan produk-produk itu memiliki keluhan. Jika itu terjadi, bukan hanya divisi garansi Mazda yang akan kerepotan, tapi lebih dari itu citra Mazda sebagai salah satu produsen otomotif terdepan pun akan hancur.
Proses pemusnahan pun ternyata bukan perkara mudah. Mazda menyatakan tak ingin ada komponen dari mobil-mobil tadi yang masuk ke pasaran. Dengan demikian, pemusnahan harus dilakukan secara detail dan akan dimulai dari bagian airbag. Ribuan airbag itu akan disebar ke sejumlah tempat penghancuran, dengan kendali sebuah tim khusus yang telah dibentuk sebelumnya.
Sebenarnya, selain 4.703 Mazda, the Cougar kala itu juga mengangkut 100 buah mobil Isuzu. Namun hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi berkaitan dengan 'nasib' 100 Isuzu tersebut. (LEFTLANE/GLO)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang