JAKARTA, KAMIS - Bundaran Hotel Indonesia sudah dipenuhi ribuan buruh. Mereka merayakan May Day, atau Hari Buruh Sedunia dengan meneriakkan tuntutan dan menabuh genderang sehingga bundaran air mancur begitu riuh.
Ratusan buruh, mahasiswa, dan pengamen yang tergabung dalam beberapa aliansi unjuk gigi di antara deruman knalpot kendaraan bermotor yang melintas. Salah satunya adalah puluhan lembaga swadaya masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat.
Ratusan orang itu mengenakan baju merah sebagai simbol perjuangan. Ya, hari ini mereka berjuang menuntut agar pemerintah menghapus sistem kerja kontrak dan outsourcing. Mereka juga menuntut agar perusahaan memberikan upah layak nasional.
Dalam aksinya, mereka membawa sejumlah atribut, antara lain ikat kepala merah dengan tulisan organisasi masing-masing dan sebuah spanduk putih dengan panjang.
Beberapa di antaranya berumur lebih dari 45 tahun, namun hal itu tak menyurutkan semangat mereka. "Berjuang sampai mati! Revolusi!" ujar salah satu demonstran Sapto.