JAKARTA, KAMIS - Pembalap F1 asal Jerman, Nick Heidfeld, mengkritik peraturan yang melarang pembalap mengisi bahan bakar saat safety car sedang berada di lintasan. Menurut pembalap BMW Sauber tersebut, itu adalah peraturan yang "bodoh".
Heidfeld berani melontarkan kecaman karena dia menjadi korban. Pada GP Spanyol akhir pekan lalu, Heidfeld yang start dari posisi tujuh seharusnya finis di urutan lima menyusul keluarnya Heikki Kovalainen dan Fernando Alonso--jika finis di posisi lima maka perolehan poinnya akan menempatkannya di posisi dua klasemen sementara pembalap.
Namun, Heidfeld dinyatakan melanggar peraturan tersebut. Alhasil, pembalap yang sedang on-fire bersama BMW itu pun kena penalti 10 detik dan dia tergeser ke urutan sembilan.
Peraturan tersebut menetapkan bahwa pit-lane ditutup untuk beberapa lap selama safety car berada di dalam lintasan. Hal ini dilakukan untuk mencegah para pembalap keluar dari pit-lane dengan kecepatan tinggi yang sangat potensial menimbulkan situasi berbahaya.
Namun, jika ada pembalap yang bahan bakarnya sudah kritis terpaksa mengambil risiko dengan melanggar peraturan itu. Pasalnya, saat itu (safety car di dalam lintasan,red), lampu menuju pit sedang merah sehingga pit yang dilakukan pasti tak sah dan pembalap tersebut bakal kena penalti.
"Mekanik mengatakan bahwa saya harus masuk pit namun saya tak melakukannya. Saya berusaha menunda pit dengan bahan bakar seadanya. Namun, saya tak punya pilihan dan terpaksa melakukan pit meskipun itu melanggar aturan," ungkap Heidfeld kepada ITV-F1 seperti yang ditulis di dalam website pribadinya.
"Saya selalu berpikir bahwa aturan ini bodoh. Setiap minggu kami selalu membicarakannya dan berusaha untuk mencari jalan keluar," tambah Heidfeld yang saat ini sudah mengumpulkan 16 poin dan berada di posisi lima klasemen sementara pembalap--terpaut 13 angka dari Kimi Raikkonen yang berada di puncak klasemen.
Heidfeld melanggar aturan tersebut pada lap ke-21 ketika Kovalainen kecelakaan cukup serius karena mobil McLaren-nya menabrak pembatas. Ban depan mobil Kovalainen itu meledak sehingga tak bisa dikontrol. (CRS/LOU)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang