Heidfeld: Aturan Safety Car Bodoh!

Kompas.com - 02/05/2008, 01:06 WIB

JAKARTA, KAMIS - Pembalap F1 asal Jerman, Nick Heidfeld, mengkritik peraturan yang melarang pembalap mengisi bahan bakar saat safety car sedang berada di lintasan. Menurut pembalap BMW Sauber tersebut, itu adalah peraturan yang "bodoh".

Heidfeld berani melontarkan kecaman karena dia menjadi korban. Pada GP Spanyol akhir pekan lalu, Heidfeld yang start dari posisi tujuh seharusnya finis di urutan lima menyusul keluarnya Heikki Kovalainen dan Fernando Alonso--jika finis di posisi lima maka perolehan poinnya akan menempatkannya di posisi dua klasemen sementara pembalap.

Namun, Heidfeld dinyatakan melanggar peraturan tersebut. Alhasil, pembalap yang sedang on-fire bersama BMW itu pun kena penalti 10 detik dan dia tergeser ke urutan sembilan.

Peraturan tersebut menetapkan bahwa pit-lane ditutup untuk beberapa lap selama safety car berada di dalam lintasan. Hal ini dilakukan untuk mencegah para pembalap keluar dari pit-lane dengan kecepatan tinggi yang sangat potensial menimbulkan situasi berbahaya.

Namun, jika ada pembalap yang bahan bakarnya sudah kritis terpaksa mengambil risiko dengan melanggar peraturan itu. Pasalnya, saat itu (safety car di dalam lintasan,red), lampu menuju pit sedang merah sehingga pit yang dilakukan pasti tak sah dan pembalap tersebut bakal kena penalti.

"Mekanik mengatakan bahwa saya harus masuk pit namun saya tak melakukannya. Saya berusaha menunda pit dengan bahan bakar seadanya. Namun, saya tak punya pilihan dan terpaksa melakukan pit meskipun itu melanggar aturan," ungkap Heidfeld kepada ITV-F1 seperti yang ditulis di dalam website pribadinya.

"Saya selalu berpikir bahwa aturan ini bodoh. Setiap minggu kami selalu membicarakannya dan berusaha untuk mencari jalan keluar," tambah Heidfeld yang saat ini sudah mengumpulkan 16 poin dan berada di posisi lima klasemen sementara pembalap--terpaut 13 angka dari Kimi Raikkonen yang berada di puncak klasemen.

Heidfeld melanggar aturan tersebut pada lap ke-21 ketika Kovalainen kecelakaan cukup serius karena mobil McLaren-nya menabrak pembatas. Ban depan mobil Kovalainen itu meledak sehingga tak bisa dikontrol. (CRS/LOU)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau