Arema Diguncang Isu Indisipliner

Kompas.com - 02/05/2008, 09:39 WIB

MALANG, JUMAT-Keinginan Arema membangun tim tangguh di Liga Super 2008 mulai digerogoti ulah tidak profesional dua legiun impor.

Emilie Bertarnd Mbamba dan Soulemane Traore  yang didatangkan ke tim Singo Edan untuk menjadi contoh bagi pemain lokal kini justru mulai seenaknya sendiri bertingkah.

Jika sebelumnya Soulemane minta izin ke Jakarta untuk mengurus keterangan izin tinggal sementara (Kitas) sejak Rabu (23/4) dan berjanji mengikuti latihan lagi Senin (28/4), kenyatannya pemain asal Guinea ini baru kembali bergabung di Malang Kamis (1/5). Yang lebih parah lagi Mbamba. Sejak minta izin pulang 15 Februari lalu, pemain asal Kamerun ini belum juga nongol hingga sekarang.

Belum nongolnya Mbamba ini seakan mengundang kecurigaan baru bahwa striker asal Kamerun itu melarikan diri seperti Gerard Ambassa Guy, pemain Timnas Hongkong yang sudah dikontrak Arema namun  melarikan diri.

Informasinya, Mbamba belum juga nongol ke Malang karena dia ingin menghindari latihan fisik yang digeber Singo Edan. Mantan pemain Timnas Kamerun itu baru akan kembali ke Malang saat Arema sudah tidak banyak melakukan latihan fisik di minggu kedua Mei 2008.

Pelatih Arema Bambang Nurdiansyah mengungkapkan akan menindak tegas pemain impor yang indisipliner. Soulemane sudah mendapat surat peringatan secara tertulis untuk tidak mengulangi lagi kesalahannya. “Kalau dia membandel, dipecat,” tandasnya.

Terkait belum datangnya Mbamba, Bambang masih bisa memaklumi karena pemain itu mendapat musibah yaitu rumahnya terbakar. Meski begitu, Bambang berharap Mbamba bisa segera bergabung.(SURYA/st5)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau