SUASANA panas dan ruwetnya berbagai isu yang berkembang seputar konflik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sedikit sejuk dengan kehadiran 12 wanita ayu di arena Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB versi Muhaimin Iskandar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (2/5). Senyum manis wanita-wanita itu menyambut para peserta muktamar saat memasuki Krakatau Hall di lantai 1 hotel itu.
Berkebaya putih, selendang dan songket berwarna hijau, wanita-wanita berkulit putih itu berdiri tegak membentuk barisan bak pagar ayu. Ke-12 wanita penerima tamu itu biasa disebut dengan usher. Mereka berasal dari sebuah event organizer yang digunakan PKB untuk merancang MLB yang berlangsung tiga hari.
Pengakuan salah seorang usher, Ajeng, ada perbedaan mencolok yang dialaminya, kala menjadi bagian dari sebuah acara partai politik. "Kalo acara yang entertaint kita kan bisa have fun gitu. Tapi kalo acara parpol kaya gini, formal banget karena banyak pejabat dan politisi. Pokoknya, berasa kekunci deh, nggak bisa gimana-gimana," katanya.
Ajeng juga merasa repot saat berulang kali selendang hijau tipisnya, lepas sehingga menguak rambutnya yang dicepol (sanggul kecil). Dalam pengarahan sebelum bertugas, Ajeng dan kawan-kawan harus bersikap sopan dan tahu pejabat-pejabat yang datang. "Padahal saya juga nggak hapal wajahnya semua. Kalo di PKB, katanya Lukman Eddy sama Muhaimin Iskandar. Kalo itu sih udah tahu wajahnya. Yang pejabat-pejabat gitu katanya harus langsung dianter ke dalam," ujar mahasiswi semester empat di Interstudy ini.
Hal senada juga diungkapkan usher lainnya, Mira (25). Lima tahun sudah Mira malang melintang sebagai usher di berbagai acara. Karena sudah berpengalaman, bagi Mira terlibat di acara partai politik sudah menjadi hal yang biasa. "Biasa aja ya, udah sering sih. Paling pesennya jaga sikap aja, karena kita juga kan mungkin membawa nama baik partainya. Diingatkan juga untuk tepat waktu," ungkap Mira. Selain di PKB, Mira mengaku pernah pula terlibat di acara partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), PPP, dan Golkar.
Pada acara muktamar luar biasa PKB kali ini, para usher ini dikontrak selama dua jam, dari pukul 14.00 hingga 16.00. Berapa bayarannya berdiri selama dua jam itu? "Kalo acara gini enak mbak, karena kalo semua tamu udah dateng, tugas kita selesai. Jadi nggak sampe dua jam. Bayaran pastinya, yang ini saya belum dikasih tahu. Tapi biasanya Rp 300.000 sampai Rp 400.000," tutur Ajeng.
Untuk apa uangnya? Ah, untuk bayar kuliah dong! Juga untuk biaya hidup sehari-hari. "Jadi saya udah bisa biayai hidup sendiri, nggak minta orang tua," katanya lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang