Wanita-wanita Ayu Ramaikan MLB PKB

Kompas.com - 02/05/2008, 15:46 WIB

SUASANA panas dan ruwetnya berbagai isu yang berkembang seputar konflik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sedikit sejuk dengan kehadiran 12 wanita ayu di arena Muktamar Luar Biasa (MLB) PKB versi Muhaimin Iskandar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Jumat (2/5). Senyum manis wanita-wanita itu menyambut para peserta muktamar saat memasuki Krakatau Hall di lantai 1 hotel itu.

Berkebaya putih, selendang dan songket berwarna hijau, wanita-wanita berkulit putih itu berdiri tegak membentuk barisan bak pagar ayu. Ke-12 wanita penerima tamu itu biasa disebut dengan usher. Mereka berasal dari sebuah event organizer yang digunakan PKB untuk merancang MLB yang berlangsung tiga hari.

Pengakuan salah seorang usher, Ajeng, ada perbedaan mencolok yang dialaminya, kala menjadi bagian dari sebuah acara partai politik. "Kalo acara yang entertaint kita kan bisa have fun gitu. Tapi kalo acara parpol kaya gini, formal banget karena banyak pejabat dan politisi. Pokoknya, berasa kekunci deh, nggak bisa gimana-gimana," katanya.

Ajeng juga merasa repot saat berulang kali selendang hijau tipisnya, lepas sehingga menguak rambutnya yang dicepol (sanggul kecil). Dalam pengarahan sebelum bertugas, Ajeng dan kawan-kawan harus bersikap sopan dan tahu pejabat-pejabat yang datang. "Padahal saya juga nggak hapal wajahnya semua. Kalo di PKB, katanya Lukman Eddy sama Muhaimin Iskandar. Kalo itu sih udah tahu wajahnya. Yang pejabat-pejabat gitu katanya harus langsung dianter ke dalam," ujar mahasiswi semester empat di Interstudy ini.

Hal senada juga diungkapkan usher lainnya, Mira (25). Lima tahun sudah Mira malang melintang sebagai usher di berbagai acara. Karena sudah berpengalaman, bagi Mira terlibat di acara partai politik sudah menjadi hal yang biasa. "Biasa aja ya, udah sering sih. Paling pesennya jaga sikap aja, karena kita juga kan mungkin membawa nama baik partainya. Diingatkan juga untuk tepat waktu," ungkap Mira. Selain di PKB, Mira mengaku pernah pula terlibat di acara partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), PPP, dan Golkar.

Pada acara muktamar luar biasa PKB kali ini, para usher ini dikontrak selama dua jam, dari pukul 14.00 hingga 16.00. Berapa bayarannya berdiri selama dua jam itu? "Kalo acara gini enak mbak, karena kalo semua tamu udah dateng, tugas kita selesai. Jadi nggak sampe dua jam. Bayaran pastinya, yang ini saya belum dikasih tahu. Tapi biasanya Rp 300.000 sampai Rp 400.000," tutur Ajeng.

Untuk apa uangnya? Ah, untuk bayar kuliah dong! Juga untuk biaya hidup sehari-hari. "Jadi saya udah bisa biayai hidup sendiri, nggak minta orang tua," katanya lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau