Kuasai BRI, Perampok Gagal Buka Brankas

Kompas.com - 03/05/2008, 07:26 WIB

KARAWANG, SABTU-Lima perampok berbadan tegap, bersenjata golok dan pistol, menguasai ruang penyimpanan uang di Bank Rakyat Indonesia Unit Amansari, Karawang, Jawa Barat, Jumat (2/5) siang. Namun, mereka gagal membawa uang ratusan juta rupiah yang ada di ruangan itu.

Para perampok murka ketika Dedeng Iskandar (51), Kepala BRI Unit Amansari, gagal membuka lemari besi tersebut. Kepala Dedeng pun dipukul dengan gagang pistol. ”Saya bilang, kalau enggak percaya silakan buka sendiri. Ternyata mereka juga enggak bisa membukanya. Sepertinya ini pertolongan Tuhan,” kata Dedeng ketika ditemui kemarin siang.

Para perampok kemudian mengalihkan sasaran. Mereka menggasak uang operasional yang ada di ruangan lain dan sejumlah harta karyawan berupa perhiasan, telepon selular, dan uang. Selain membawa senjata, para perampok juga membawa karung ukuran satu kuintal. Diduga, karung tersebut dipersiapkan sebagai wadah uang yang akan diambil dari brankas.

Kepala Cabang BRI Karawang I Wayan Purnaka mengatakan, uang operasional yang digasak perampok jumlahnya sekitar Rp 39 juta. ”Yang ikut digasak adalah uang dan barang milik dua staf kami, yakni sebesar Rp 3 juta dan Rp 150.000. Selain itu, satu gelang emas 20 gram dan tiga handphone,” katanya kemarin siang.

Bergerak cepat

Keterangan yang dihimpun Warta Kota menyebutkan, sekitar pukul 11.30 para pegawai Bank BRI Unit Amansari, Jalan Proklamasi, Tanjungmekar, Karawang Barat, bersiap-siap istirahat dan shalat jumat. Hadi Supriyadi (30), petugas satpam, memanfaatkan waktu itu untuk makan siang di warung dekat Kantor BRI.

Saat itulah lima pria berbadan tegap masuk ke dalam kantor. Salah satu perampok itu mengenakan kaus warna krem menuju meja Dewi Ruliana (31), seorang teller. Pria berambut pendek dan berwajah bulat itu menanyakan apakah transfer uang ke rekeningnya sudah masuk.

Setelah mengakhiri kalimatnya, pria itu segera menyerang Dewi. ”Pelaku langsung merangsek ke meja kasir dan membekap petugas teller. Pelaku lainnya membekap Andi, petugas customer service, dan yang lain menuju ke ruangan saya di belakang,” kata Dedeng.

Hadi yang baru kembali ke kantor juga disekap oleh perampok. Dia ditodong senjata laras pendek. Dedeng, Andi, Hadi, dan Dewi kemudian digiring ke ruang lemari besi. Kecuali Dedeng, tangan mereka diikat dengan tali dan kabel telepon, sementara mulutnya ditempel plakban. Menurut Dedeng, dua perampok bersenjata pistol dan lainnya bersenjata golok. ”Semua pelaku tak menggunakan tutup kepala. Empat orang di antaranya berbadan tegap, masing-masing memakai topi dan kaus warna gelap. Hanya satu yang tak bertopi,” kata Dedeng.

Saat di ruang brankas, Dedeng ditodong dua perampok dengan pistol dan golok. Keduanya menyuruh Dedeng membuka brankas. Dedeng pun memutar kunci kombinasi brankas, tapi tak bisa terbuka. Mereka marah saat mengetahui brankas gagal dibuka, lalu menggasak uang, perhiasan, dan handphone milik karyawan BRI. Mereka kemudian kabur. Para perampok menggembok pintu dari luar sehingga Dedeng dan karyawannya terkunci di dalam.

Mesin nyala

Dedeng dan karyawan lain kemudian saling melepaskan ikatan. Dedeng lantas menghubungi Kantor BRI Cabang Karawang untuk melaporkan perampokan itu. Polisi membongkar gembok yang dipasang para perampok di depan pintu. ”Itu bukan gembok milik kami. Jadi, sepertinya mereka menyiapkannya sendiri,” ujar Dedeng.

Rosidi (34), penjaga toko di sebelah Bank BRI Amansari, mengatakan, dirinya melihat pada sekitar pukul 11.30 sebuah mobil Toyota Kijang warna biru diparkir di depan BRI. Sesaat sebelumnya, mobil yang sama diparkir sekitar 100 meter dari BRI. Ketika itu, seorang pria bercelan jins dan kaus berwarna krem turun dari mobil lalu masuk ke BRI.

Namun, lanjut Rosidi, lima menit kemudian pria itu kembali ke mobil dan memindahkan mobil itu ke depan kantor BRI dengan posisi membelakangi kantor BRI. ”Mesinnya hidup terus dan sepertinya sudah siap jalan. Kalau dari suaranya sih sepertinya mobil bermesin diesel. Tapi saya enggak perhatikan pelat nomornya. Saya pikir nasabah biasa,” katanya.

Perampokan bank di wilayah pantura Jawa Barat juga terjadi pada 4 Maret lalu. Saat itu, sekawanan perampok menggasak dua mesin ATM BCA Pamanukan, Subang. Para perampok tersebut melumpuhkan dua anggota Brimob yang diperbantukan untuk menjaga bank tersebut. Sejauh ini, kasus perampokan senilai Rp 1 miliar ini belum terungkap. (Warta Kota/Chi)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau