Penduduk Pulau Lesbos Gugat Istilah Lesbian

Kompas.com - 04/05/2008, 11:32 WIB

JAKARTA, MINGGU - Jika Anda membuka peta dunia, di sisi timur Yunani Anda akan menemukan sebuah pulau bernama Pulau Lesbos. Pulau ini merupakan pulau terbesar ketiga di Yunani dengan luas sekitar 1.630 kilometer persegi. Tahukah Anda, selama bertahun-tahun penduduk pulau ini sangat tertekan dengan penggunaan kata lesbian yang berarti orientasi seksual sejenis untuk kaum perempuan.

Situs berita BBC mewartakan, Kamis (1/4), baru-baru ini penduduk Pulau Lesbos menggugat ke pengadilan setempat untuk menghentikan sebuah organisasi gay menggunakan istilah lesbian. Jika gugatan ini berhasil, penduduk pulau itu akan menantang dunia untuk menghapus kata lesbian sebagai pengertian orientasi seksual sejenis.

Perjuangan ini pastinya tidak mudah. Yang menjadi masalah adalah siapa yang berhak menyebut diri mereka lesbian. Wanita gay, atau 100.000 penduduk pulau nomor tiga terbesar di Yunani itu - ditambah 250.000 warga Lesbos yang hidup di luar pulau itu?

Tokoh masyarakat Pula Lesbos yang menjadi ujung tombak kasus ini, Dimitris Lambrou, mengungkapkan, arti kata lesbian saat ini melanggar hak azazi para penduduk pulau, dan mempermalukan mereka di mata dunia. Hal ini sangat mengganggu kehidupan sehari-hari warga Pulau Lesbos.

Ingin perintah pelarangan

Dalam dokumen pengadilan, penggugat menyatakan pemerintah Yunani sangat malu dengan arti kata lesbian yang umum sehingga mengganti nama Pulau Lesbos menjadi Mytilini, nama ibukota pulau tersebut.

Tanggal persidangan awal sudah ditetapkan. Penduduk Pulau Lesbos sangat berharap para hakim berani mengeluarkan larangan kepada Masyarakat Homoseksual dan Lesbian Yunani memakai kata lesbian dan memerintahkan organisasi itu untuk mengganti namanya.

Istilah lesbian bermula dari kisah dewi dan penyair dalam mitologi Yunani, Sappho, warga asli Pulau Lesbos. Sappho mengutarakan rasa cintanya kepada wanita-wanita lain dalam puisi yang ditulis pada abad 7 sebelum masehi.

Tetapi menurut Lambrou, penelitian baru mengungkapkan bahwa Sappho memiliki keluarga, dan mengambil nyawanya sendiri karena masalah cinta terkait seorang pria.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau