JAKARTA, MINGGU - Peristiwa pingsan massal 27 karyawan Carrefour Ratu Plaza, Jakarta, adalah akibat buruknya sistem ventilasi udara. Ini adalah yang kelima kalinya. Government Relation Manager Carrefour Indonesia, Satria Hamid Ahmadi, kepada wartawan di RS Pusat Pertamina, Jakarta, Minggu (4/5), menyatakan, dalam hal ini Carrefour kembali dirugikan oleh pengelola Gedung Ratu Plaza, PT Ratu Sayang.
"Sekali lagi kami merasa dirugikan karena kami hanya sebagai penyewa. Saat ini Carrefour Ratu Plaza ditutup sampai waktu yang tidak ditentukan. Semua biaya (rumah sakit) ini ditanggung oleh Carrefour," ujarnya.
Ia menuturkan, kejadian ini bermula sejak pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu listrik tiba-tiba mati. Pihak Carrefour lantas menghidupkan genset. Demikian pula, berdasarkan informasi yang diperoleh Satria, pihak gedung juga menyalakan gensetnya.
Selanjutnya, selepas pukul 12.00 WIB, perlahan-lahan lampu di pusat perbelanjaan itu mati. "Akhirnya kita evakuasi seluruh konsumen. Setelah itu baru kita evaluasi karyawan. Nah, saat karyawan keluar itulah mereka merasa lemas, mual dan muntah. Sebagian besar adalah SPG (Sales Promotion Girl) wanita," tutur Satria.
Ia menambahkan, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui kenapa genset kembali mati. "Kami ndak tahu kenapa bisa kejadian lagi. Kemarin-kemarin kami sudah yakin sistem udara kami sudah memenuhi protap (prosedur tetap). Oleh karena itu, kami berani berpromosi," tandasnya.