Dokter Belum Bisa Pastikan Penyebab Pingsan Massal Carrefour

Kompas.com - 04/05/2008, 17:04 WIB

JAKARTA, MINGGU - Tim dokter Rumah Sakit Pusat Pertamina belum bisa memastikan penyebab pasti keluhan pusing, mual, dan muntah pada 27 karyawan Carefour Ratu Plaza Jakarta. Menurut dokter jaga IGD RSPP, A Quarino Nino, keluhan seperti itu bukan hanya terjadi pada korban keracunan gas.
 
"Belum bisa memastikan bahwa ini keracunan gas karena masih dicek di laboratorium. Gejala pusing, mual, dan muntah itu belum tentu keracunan gas," ujarnya saat konferensi pers di ruang IGD RSPP, Minggu (4/5).
 
Nino mengatakan pada pukul 13.15, IGD RSPP kedatangan dua pasien yang mengaku pusing mual dan muntah. Beberapa menit kemudian, datang lagi 10 karyawan carefour lainnya dengan keluhan yang sama.
 
Menurut dia, pada saat ini seluruh pasien masih dalam observasi dan perawatan. "Yang pasti kami telah melakukan tindakan medis sebagai pertolongan pertama dengan memberi infus dan lain-lain," jelasnya.
 
Namun, hingga saat ini ada satu pasien berjenis kelamin perempuan yang harus mendapatkan perawatan serius karena masih mengalami muntah, mual, dan pusing hebat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau