Strategi Tim Uber Tergantung Jadwal

Kompas.com - 05/05/2008, 09:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Strategi tim Uber Indonesia untuk bisa mencapai hasil maksimal di kejuaraan beregu putri Piala Uber tergantung jadwal pertandingan. Untuk dapat menghindar dari juara bertahan China di perempatfinal, posisi pertama dan ketiga di babak penyisihan grup bisa menjadi pilihan.

Berada di Grup Z, Indonesia akan bersaing dengan Belanda dan unggulan kedua, Jepang. Berdasarkan sistem pertandingan yang digunakan sejak Kejuaraan Piala Thomas dan Uber 2004, setiap tim memiliki peluang yang sama untuk lolos, minimal, ke perempatfinal meski tak bisa menjadi juara grup.

Untuk itulah, seperti dikatakan pelatih ganda putri, Aryono Miranat, di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Selasa (29/4), berada di posisi ketiga di bawah Jepang dan Belanda bisa menjadi strategi. Namun, Aryono mengatakan, hal itu masih harus didiskusikan dengan pelatih lain di bagian putri dan manajer, serta disesuaikan dengan jadwal pertandingan.

"Akan lebih mudah untuk menentukan strategi jika melawan Jepang terlebih dulu karena mereka lebih kuat dari Belanda. Jika bisa mengalahkan Jepang, Indonesia punya peluang menjadi juara grup karena kesempatan mengalahkan Belanda lebih besar," kata Aryono.

Akan tetapi, berdasarkan jadwal yang dirilis Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) kemarin, tim Uber Indonesia harus berhadapan dengan Belanda pada penampilan perdana yang digelar 12 Mei. Tak hanya itu, Maria Kristin dkk juga akan melawan Belanda pada malam harinya. Jadwal tersebut berlangsung sehari setelah Jepang bertemu Belanda lebih dulu.

"Saya baru tahu ada jadwal seperti itu. Secara fisik, tidak ada masalah jika harus bermain dua kali dalam sehari, tetapi mungkin akan berpengaruh terhadap faktor mental karena ketegangan bermain di beregu berbeda dengan bermain di turnamen perorangan," kata Aryono.

Akan tetapi, Aryono mengatakan, strategi yang akan dipilih jika memang harus bermain dua kali dalam sehari akan didiskusikan terlebih dulu dengan pelatih tunggal, pelatih kepala, dan manajer.

Hal yang sama mengenai strategi yang menguntungkan Indonesia juga dikatakan pelatih tunggal putri, Marleve Mainaky. Marleve mengatakan, mental pemain juga harus diperhatikan jika Indonesia memilih strategi menjadi nomor tiga di grup. "Jika mau menjadi nomor tiga, berarti harus mengalah dua kali. Ini harus diperhatikan karena akan memengaruhi mental pemain," kata Marleve.

Tim Uber akan diperkuat Maria Kristin Yulianti, Adriyanti Firdasari, Pia Zebadiah, dan Fransisca Ratnasari di tunggal. Adapun di nomor ganda, Vita Marissa/Lilyana Natsir akan menjadi andalan bersama Jo Novita/Greysia Polii dan Rani Mundiasti/Endang Nursugianti. (IYA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau