JAKARTA, KOMPAS - Strategi tim Uber Indonesia untuk bisa mencapai hasil maksimal di kejuaraan beregu putri Piala Uber tergantung jadwal pertandingan. Untuk dapat menghindar dari juara bertahan China di perempatfinal, posisi pertama dan ketiga di babak penyisihan grup bisa menjadi pilihan.
Berada di Grup Z, Indonesia akan bersaing dengan Belanda dan unggulan kedua, Jepang. Berdasarkan sistem pertandingan yang digunakan sejak Kejuaraan Piala Thomas dan Uber 2004, setiap tim memiliki peluang yang sama untuk lolos, minimal, ke perempatfinal meski tak bisa menjadi juara grup.
Untuk itulah, seperti dikatakan pelatih ganda putri, Aryono Miranat, di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Selasa (29/4), berada di posisi ketiga di bawah Jepang dan Belanda bisa menjadi strategi. Namun, Aryono mengatakan, hal itu masih harus didiskusikan dengan pelatih lain di bagian putri dan manajer, serta disesuaikan dengan jadwal pertandingan.
"Akan lebih mudah untuk menentukan strategi jika melawan Jepang terlebih dulu karena mereka lebih kuat dari Belanda. Jika bisa mengalahkan Jepang, Indonesia punya peluang menjadi juara grup karena kesempatan mengalahkan Belanda lebih besar," kata Aryono.
Akan tetapi, berdasarkan jadwal yang dirilis Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) kemarin, tim Uber Indonesia harus berhadapan dengan Belanda pada penampilan perdana yang digelar 12 Mei. Tak hanya itu, Maria Kristin dkk juga akan melawan Belanda pada malam harinya. Jadwal tersebut berlangsung sehari setelah Jepang bertemu Belanda lebih dulu.
"Saya baru tahu ada jadwal seperti itu. Secara fisik, tidak ada masalah jika harus bermain dua kali dalam sehari, tetapi mungkin akan berpengaruh terhadap faktor mental karena ketegangan bermain di beregu berbeda dengan bermain di turnamen perorangan," kata Aryono.
Akan tetapi, Aryono mengatakan, strategi yang akan dipilih jika memang harus bermain dua kali dalam sehari akan didiskusikan terlebih dulu dengan pelatih tunggal, pelatih kepala, dan manajer.
Hal yang sama mengenai strategi yang menguntungkan Indonesia juga dikatakan pelatih tunggal putri, Marleve Mainaky. Marleve mengatakan, mental pemain juga harus diperhatikan jika Indonesia memilih strategi menjadi nomor tiga di grup. "Jika mau menjadi nomor tiga, berarti harus mengalah dua kali. Ini harus diperhatikan karena akan memengaruhi mental pemain," kata Marleve.
Tim Uber akan diperkuat Maria Kristin Yulianti, Adriyanti Firdasari, Pia Zebadiah, dan Fransisca Ratnasari di tunggal. Adapun di nomor ganda, Vita Marissa/Lilyana Natsir akan menjadi andalan bersama Jo Novita/Greysia Polii dan Rani Mundiasti/Endang Nursugianti. (IYA)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang