Tim Uber Cari Peluang Main Sekali Sehari

Kompas.com - 05/05/2008, 09:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Tim Uber siap menghadapi jadwal bertanding dua kali dalam sehari di babak penyisihan grup. Namun, jika peluang meminta bermain sekali dalam sehari terbuka, mereka akan memanfaatkan kesempatan tersebut.

"Selama saya bermain dan kali ini menjadi manajer, memang baru sekarang ada jadwal main dua kali dalam sehari. Namun, itu tak akan menjadi alasan. Tim Uber siap untuk bermain dua kali," kata Manajer Tim Uber Susy Susanti, Jumat (2/5) di Jakarta.

Meski demikian, Susy mengatakan bahwa dia akan meminta perubahan jadwal agar Maria Kristin dan kawan-kawan bisa bermain sekali dalam sehari jika hal itu memungkinkan untuk dilakukan.

"Tanggal 5 Mei tim akan pindah ke Hotel Sultan. Di sana akan ada rapat. Jadi, mungkin di sana kami akan membahas masalah jadwal ini," kata Susy.

Dalam jadwal yang dirilis Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada 29 April, Tim Uber harus bermain dua kali dalam sehari pada 12 Mei. Setelah melawan Belanda mulai pukul 08.00, partai kedua melawan Jepang berlangsung mulai pukul 18.00.

Selain Tim Uber Indonesia, tim lain yang juga mendapat jadwal bermain dua kali sehari di antaranya Tim Thomas Nigeria, Korea Selatan, Tim Uber Amerika Serikat dan Selandia Baru.

Hal ini terjadi karena babak penyisihan grup yang diikuti 12 tim dari Thomas dan Uber digelar hanya dalam waktu dua hari. Akibatnya dalam dua hari babak penyisihan grup akan ada tiga sesi pertandingan yang dimulai pukul 08.00, 13.00, dan 18.00.

Jadwal itu berbeda dengan Piala Thomas dan Uber di dua pelaksanaan sebelumnya. Tahun 2006 di Jepang, babak penyisihan grup berlangsung tiga hari. Dua tahun sebelumnya di Jakarta, bahkan digelar dalam empat hari hingga setiap harinya hanya ada maksimal dua sesi pertandingan.

Wakil Ketua Pengda PBSI DKI Jakarta Juniarto Suhandinata mengatakan, peluang meminta perubahan jadwal sebenarnya dimiliki tuan rumah Indonesia, misalnya terkait jadwal siaran langsung televisi atau penjualan tiket. ”Sekarang bergantung pada PBSI, mau meminta itu atau tidak,” kata Juniarto. (IYA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau