JAKARTA, KOMPAS - Tim Uber siap menghadapi jadwal bertanding dua kali dalam sehari di babak penyisihan grup. Namun, jika peluang meminta bermain sekali dalam sehari terbuka, mereka akan memanfaatkan kesempatan tersebut.
"Selama saya bermain dan kali ini menjadi manajer, memang baru sekarang ada jadwal main dua kali dalam sehari. Namun, itu tak akan menjadi alasan. Tim Uber siap untuk bermain dua kali," kata Manajer Tim Uber Susy Susanti, Jumat (2/5) di Jakarta.
Meski demikian, Susy mengatakan bahwa dia akan meminta perubahan jadwal agar Maria Kristin dan kawan-kawan bisa bermain sekali dalam sehari jika hal itu memungkinkan untuk dilakukan.
"Tanggal 5 Mei tim akan pindah ke Hotel Sultan. Di sana akan ada rapat. Jadi, mungkin di sana kami akan membahas masalah jadwal ini," kata Susy.
Dalam jadwal yang dirilis Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) pada 29 April, Tim Uber harus bermain dua kali dalam sehari pada 12 Mei. Setelah melawan Belanda mulai pukul 08.00, partai kedua melawan Jepang berlangsung mulai pukul 18.00.
Selain Tim Uber Indonesia, tim lain yang juga mendapat jadwal bermain dua kali sehari di antaranya Tim Thomas Nigeria, Korea Selatan, Tim Uber Amerika Serikat dan Selandia Baru.
Hal ini terjadi karena babak penyisihan grup yang diikuti 12 tim dari Thomas dan Uber digelar hanya dalam waktu dua hari. Akibatnya dalam dua hari babak penyisihan grup akan ada tiga sesi pertandingan yang dimulai pukul 08.00, 13.00, dan 18.00.
Jadwal itu berbeda dengan Piala Thomas dan Uber di dua pelaksanaan sebelumnya. Tahun 2006 di Jepang, babak penyisihan grup berlangsung tiga hari. Dua tahun sebelumnya di Jakarta, bahkan digelar dalam empat hari hingga setiap harinya hanya ada maksimal dua sesi pertandingan.
Wakil Ketua Pengda PBSI DKI Jakarta Juniarto Suhandinata mengatakan, peluang meminta perubahan jadwal sebenarnya dimiliki tuan rumah Indonesia, misalnya terkait jadwal siaran langsung televisi atau penjualan tiket. ”Sekarang bergantung pada PBSI, mau meminta itu atau tidak,” kata Juniarto. (IYA)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang