Perbaiki Citra, China Sepakati Perundingan Lanjutan Dalai Lama

Kompas.com - 05/05/2008, 10:07 WIB

SHENZHEN, SENIN - Pemerintah China dan utusan pemimpin sprituil Tibet di pengasingan Dalai Lama menyepakati dilangsungkannya perundingan babak kedua. Kesepakatan ini dipandang oleh beberapa pengamat sebagai isyarat perkembangan upaya China meredakan ketegangan yang timbul akibat aksi kerusuhan antipemerintah Beijing di Tibet.
 
Perwakilan pemerintah China dalam pertemuan tahap pertama Minggu (4/5) dengan utusan Dalai Lama menerangkan sejumlah unjuk rasa telah mengakibatkan timbulnya tantangan baru terhadap komunikasi kedua belah pihak. Kritik internasional diarahkan ke taktik China dalam mengendalikan situasi keamanan pada kerusuhan antipemerintah dan unjuk rasa di Tibet dan wilayah Tibet lainnya di China bagian barat.  

Perundingan tahap pertama yang berlangsung di kota Shenzhen, dekat Hong Kong, berakhir tanpa ada pihak yang menyampaikan keterangan kepada wartawan asing. Perwakilan Dalai Lama dan pemerintah China menyepakati perundingan babak kedua pada jadwal yang belum ditentukan.

Dalai Lama telah berulangkali menekankan tidak berada di balik aksi kerusuhan belakangan. Utusan Dalai Lama berencana meminta China penjelasan terhadap tudingan yang diarahkan ke Dalai Lama sebagai dalang kerusuhan di Tibet menjelang pelaksanaan Olimpiade pada Agustus 2008.

Pemerintah China menerangkan 22 orang tewas dalam aksi kekerasan di ibukota Tibet, Lhasa, Maret lalu. Sementara pendukung kemerdekaan Tibet di luar negeri menjelaskan terdapat sejumlah besar korban tewas dalam beberapa unjuk rasa dan penertiban yang diberlakukan oleh pemerintah China.

Dalai Lama yang melarikan diri dari Tibet saat gagal memimpin gerakan antipemerintah pada tahun 1959 telah menerangkan misinya yang lebih difokuskan pada perjuangan otonomi penuh bagi Tibet ketimbang kemerdekaan dari pemerintah China.
    

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau