JAKARTA, SENIN - Menjadi sesuatu yang menarik ketika bahasa ibu, bahasa Indonesia, justru dikeluhkan siswa ketika diujikan dalam ujian nasional. Terbiasa mengucapkannya sehari-hari belum tentu menjadi jaminan akan mudah ketika diteorikan.
Pengurus Majelis Luhur Taman Siswa Darmaningtyas mengatakan, kebijakan menjadikan bahasa Indonesia sebagai salah satu materi UN harus dikaji ulang. Sebab, menurut dia, bahasa adalah alat komunikasi. Sebagai alat komunikasi, yang terpenting adalah praktik agar bahasa yang digunakan siswa dapat dipahami orang lain."Saya bilang, sebetulnya baik bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris itu alat komunikasi. Alat komunikasi tidak usah diujiankan atau di-UN-kan. Tapi sebaiknya lebih dipraktikkan. Misalnya bikin pidato atau karangan, berbicara di depan publik karena bahasa itu kan untuk berkomunikasi. Yang perlu ditekankan pada siswa, bagaimana bahasa yang dia gunakan itu bisa dipahami orang lain," papar Darmaningtyas kepada Kompas.com, Senin (5/5).
Keluhan yang datang dari siswa mengenai sulitnya ujian Bahasa Indonesia, lanjut dosen Filsafat UGM itu, disebabkan adanya ketidaksambungan antara pembuat soal dan guru-guru yang mengajar Bahasa Indonesia. Maksudnya, para guru sesuai kurikulum lebih banyak mengajarkan tentang tata bahasa. Sementara, yang selalu menjadi keluhan siswa adalah materi mengenai pemahaman bacaan.
"Ada dua yang harus diperhatikan. Kurikulum Bahasa Indonesia harus dikaji lagi dalam metode pembelajaran. Kesulitan terbesar siswa adalah pada pemahaman bacaan. Ini arahnya ke pelajaran sastra, tidak nyambung dengan pelajaran di sekolah yang lebih menekankan ke tata bahasa," ujar Darmaningtyas.Hal ini terjadi karena pembuat soal adalah pakar bahasa Indonesia yang tidak memahami perkembangan kurikulum dan materi yang diajarkan di sekolah saat ini.
"Solusinya, ya guru-guru Bahasa Indonesia yang masih aktif itu harus lebih banyak dilibatkan dalam pembuatan soal," ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang