Solusi Jitu Atasi PMS

Kompas.com - 05/05/2008, 14:44 WIB

    Gampang kesal, tersinggung, moody, dan ngomel terus sepanjang hari? Hitung deh, apakah sebentar lagi jadwal haid Anda tiba? Ini dia solusinya.

   Sindrom yang dikenal dengan premenstrual syndrome (PMS) atau sindrom premenstruasi ini, biasanya terjadi 7-10 hari menjelang menstruasi dan dapat mengakibatkan perubahan fisik dan emosi pada penderitanya. Mengenai penyebabnya belum diketahui pasti. Namun dugaan terbesar akibat perubahan kadar hormon dalam tubuh wanita saat mau datang haid.

    Gejala fisik PMS biasanya ditandai dengan nyeri tekan pada payudara, banyaknya cairan di sekitar vagina, sakit kepala, mual, muntah, perut kembung, dan tidak nafsu makan. Sementara, emosi jadi labil, gampang cemas, cepat marah, mudah tersinggung, takut dan gelisah berlebihan, susah tidur, serta sulit berkonsentrasi.

    Meskipun mungkin tak dapat dihindari sama sekali, ada beberapa langkah jitu yang dapat dilakukan untuk mengatasi PMS:

1. Kenalilah diri Anda
Buatlah catatan mengenai siklus haid Anda, serta gejala fisik dan emosi yang dialami sebelum menstruasi. Sehingga Anda bisa menghadapi dengan lebih santai saat gejala rutin itu datang. "O..sakit kepalaku ini juga akan hilang besok setelah mens," misalnya.

2. Lakukan relaksasi secara teratur
Relaksasi (melalui teknik olah napas seperti dalam meditasi dan yoga) terbukti dapat memberikan ketenangan. Bahkan, latihan relaksasi yang dilakukan secara teratur (5-10 menit tiap harinya) dapat mengurangi simtom parah PMS hingga 57 persen.

3. Kurangi stres
Stres, karena menimbulkan kecemasan, ketegangan, dan kegelisahan, akan memperparah PMS. Untuk itu, kendalikan stres dengan mengelola waktu seoptimal mungkin (kapan saat bekerja dan kapan saat santai).

4. Hindari kafein dan alkohol sebelum haid
Makanan atau minuman semacam itu hanya menyebabkan tubuh menjadi tidak dapat relaks (karena didorong untuk selalu aktif dan tegang terus) serta membuat emosi Anda makin labil.

5. Kurangi asupan garam dan makanan yang asin
Lakukan diet rendah garam 1-2 minggu sebelum haid untuk mengurangi pembengkakan dan penumpukan cairan pada tubuh.

6. Banyak mengonsumsi kalsium
Sebelum datang haid, disarankan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang kaya akan kalsium, seperti susu, yoghurt dan keju.

7. Berolahraga teratur
Berolahraga sebelum dan sesudah masa menstruasi akan membantu mengurangi PMS, karena olahraga merangsang keluarnya hormon endorfin yang diperlukan untuk mendorong munculnya rasa gembira.

8. Kompres air hangat
Air hangat terbukti efektif membuat tubuh dan pikiran lebih relaks. Untuk mengatasi kram perut yang mungkin timbul, kompres bagian perut dengan air hangat agar otot-otot di bagian perut mengendur.

9. Bila perlu konsultasikan ke dokter
Bila dirasa sudah tak mampu mengendalikan PMS, tak ada salahnya berkonsultasi ke dokter. Umumnya dokter akan memberikan obat-obatan penghilang rasa sakit, misalnya untuk sakit yang berlebihan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau