SBY Memang Populer, tapi Jangan Gembira Dulu...

Kompas.com - 05/05/2008, 15:36 WIB

JAKARTA, SENIN - Survei yang dilakukan beberapa lembaga riset memperlihatkan, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden paling populer untuk Pilpres 2009 mendatang. Survei Indonesian Research and Development Institute juga memperlihatkan tingginya popularitas SBY dibanding calon lainnya.Tapi tunggu dulu.

Tingginya popularitas SBY tersebut bukan menunjukkan kinerja pemerintahan di bawah kendalinya berjalan baik. Survei lembaga yang sama memperlihatkan, sebagian besar masyarakat Indonesia merasa tidak puas dengan kinerja SBY-JK di bidang ekonomi.

Saat membahas hasil survei politik nasional guna mengetahui persepsi publik terhadap kinerja pemerintah, pengamat politik dari CSIS, J Kristiadi, mengatakan, menonjolnya presiden maupun lembaga presiden belum tentu dikarenakan pemerintahan mereka suksesnya. "Lembaga presiden itu menonjol bisa saja karena kinerja DPR atau juga menterinya yang buruk," ujarnya di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (5/5).

Hasil survei Indonesian RDI memperlihatkan, sebagian besar responden menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap lembaga-lembaga di luar kepresidenan, seperti DPR, DPD, dan MA.

Data memperlihatkan, sebanyak 27,7 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja DPR, dan 18,6 persen yang menyatakan puas. Untuk DPD, sebanyak 29,8 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja lembaga tersebut dan cuma 18,6 yang merasa puas. Untuk MA sebanyak 26 persen menyatakan tidak puas. (SMS)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau