Ba'asyir: Ahmadiyah Silakan Bikin Agama Sendiri

Kompas.com - 06/05/2008, 15:10 WIB

JAKARTA, SELASA - Ustadz Abu Bakar Baasyir menyatakan, adanya anggapan pelarangan keberadaan Jamaah Ahmadiyah Indonesia merupakan pembatasan terhadap kebebasan beragama adalah asumsi yang salah. Senada dengan anjuran beberapa tokoh sebelumnya, secara tegas Ba'asyir mengatakan agar Ahmadiyah membuat agama baru.

"Kami tidak akan memberikan toleransi kalau ada yang menodai agama Islam. Mau buat agama di luar Islam silakan daftar ke pemerintah, tapi jangan sangkut pautkan dengan Islam. Selama ini kita tidak anti dengan perbedaan. Kita bisa hidup berdampingan dengan teman-teman yang beragama di luar Islam. Tapi kenapa mereka menodai dan mengatasnamakan Islam serta mengobok-obok Islam dari dalam," kata Ba'asyir dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (6/5).

Ba'asyir juga mengharapkan penyelesaian masalah ini dilakukan dengan damai dan tanpa tindak kekerasan. Hal senada juga disampaikan ulama Jawa Barat yang hadir pada kesempatan yang sama, KH Athian Ali Dai. "Kami mengimbau Ahmadiyah untuk kembali ke ajaran Islam yang benar atau membuat agama baru," kata Athian.

Ketika ditanya apa upaya yang dilakukan ulama untuk menunjukkan ajaran yang benar, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Riziq Sihab mengatakan telah melakukan dialog dengan Ahmadiyah. "Tapi berkah itu datangnya dari Allah," kata dia.

Ada dugaan, pemerintah saat ini tengah menimbang baik buruknya mengeluarkan SKB tentang status Ahmadiyah. SKB tersebut dikhawatirkan akan menjadi semacam legitimasi atas segala tindakan terhadap jemaah Ahmadiyah. "Kami, para aktivis dan ormas Islam, telah berkomitmen dan sepakat, hak ini juga telah disampaikan ke pemerintah bahwa SKB keluar kita semua mengawal. Kita akan mengajak umat Islam untuk taat pada SKB itu dan tidak melakukan tindak kekerasan, apalagi menyakiti dan menganiaya jemaah Ahmadiyah. Kita malah akan membantu pemerintah melakukan pembinaan dan penyadaran," ujar Riziq.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau