BI Rate Naik 0,25 Persen

Kompas.com - 06/05/2008, 16:33 WIB

JAKARTA, SELASA - Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan menaikkan suku bunga BI periode Mei 2008 sebesar 0,25 persen sehingga suku bunga yang berlaku 8,25 persen.

Keputusan ini diambil dengan pertimbangan adanya gambaran tekanan inflasi yang semakin kuat akibat harga komoditas di pasar internasional dan konsumsi barang nonpangan di dalam negeri yang semakin tinggi.

Namun, di sisi lain, perbankan Indonesia dilihat masih dalam kondisi aman, ditunjukkan dengan indikator Non-Performing Loan (NPL), Dana Pihak Ketiga (DPK), pertumbuhan kredit, dan Stressing Test dalam keadaan baik-baik saja. "Oleh karena itu, kami cukup yakin menaikkan suku bunga sebesar 0,25 persen dan menyatakan akan tetap memantau apakah ada gejala-gejala tekanan inflasi lebih lanjut," ujar Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom di Jakarta, Selasa (6/5).

Miranda enggan menjawab kemungkinan akan naiknya kembali suku bunga BI. Dia mengatakan, dengan terus memantau, BI akan tetap menyesuaikan BI Rate sesuai arah perkembangan inflasi ke depan. Rencana pemerintah untuk memperbaiki perekonomian dan mengurangi tekanan fiskal melalui rencana penyesuaian subsidi BBM juga disambut baik oleh BI. "Ini merupakan perkembangan menggembirakan karena memberikan perkembangan kepastian ekonomi ke depan," kata Miranda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau