Pengelola Blog "Malaysia Today" Dijebloskan ke Penjara

Kompas.com - 06/05/2008, 23:31 WIB

KUALA LUMPUR, SELASA - Pengelola blog terkemuka "Malaysia Today" Raja Petra Kamarudin dijebloskan ke penjara, Selasa (6/5), terkait tulisannya mengenai pembunuhan gadis model Mongolia Altantuya Shaariibuu yang dikaitkan dengan wakil PM Malaysia Najib Tun Razak.

Hakim pengadilan Kuala Lumpur Nurmala Salim memutuskan memulai persidangan kasus artikel Raja Petra berjudul "Let's send the Altantuya murderers to hell" pada 6-10 Oktober 2008, dan meminta terdakwa membayar uang jaminan 5000 ringgit agar bisa dilakukan tahanan luar. Namun Raja Petra menolak membayar uang jaminan dan memilih mendekam dalam penjara Sungai Buloh hingga 6-10 Oktober 2008 karena ia merasa hanya menjadi korban tuduhan politik.

Ia menurunkan artikel "Let's send the Altantuya murderers to hell " atau "Kirim pembunuh Altantuya ke Neraka" pada 25 April 2008 di blog Malaysia Today. Dalam artikel itu, ia mengaitkan wakil PM Najib Razak dan isterinya Rosmah Mansor dalam kasus pembunuhan gadis model Mongolia Altantuya yang dijadikan lady escort (wanita pendamping) saat pembelian kapal selam Scorpene dan pesawat tempur Sukhoi oleh kementerian pertahanan Malaysia.

Kasus pembunuhan gadis model Mongolia itu kini sedang disidang di pengadilan Shah Alam Selangor. Artikel Raja Petra dinilai menghasut dan memberikan opini ketika persidangan sedang berlangsung. Jumat minggu lalu, Raja Petra dipanggil polisi untuk memberikan keterangan terkait adanya laporan masyarakat kepada polisi. Polisi kemudian membawa perkara ini ke pengadilan, Selasa (6/5).

Pengelola blog ini dijaring dengan pasal 4(1)(c) Akta (UU) Hasutan. Dakwaan penuntut dilakukan oleh Nordin Hassan, sedangkan Raja Petra dibela enam pengacara yang diketuai oleh Karpal Singh, salah seorang pengacara kondang. Di pengadilan Kuala Lumpur, Selasa, banyak masyarakat yang hadir untuk memberikan dukungan moral dan simpati karena "Malaysia Today" menjadi bahan bacaan alternatif rakyat Malaysia. Hadir pula pemimpin oposisi DAP (Democracy Action Party) Lim Kit Siang dan Ronnie Liu dan Nurul Izzah Anwar anggota parlemen dari PKR (Partai Keadilan Rakyat).

Di parlemen Malaysia, Selasa, ketua oposisi Wan Azizah Wan Ismail menanyakan pembelian kapal selam Scorpene bernilai 4.5 miliar ringgit (sekitar Rp13 triliun) dan pesawat Sukhoi bernilai 3.2 miliar ringgit (sekitar Rp6 triliun) yang diduga ada kasus pemberian komisi yang besar. Najib Tun Razak yang juga merangkap sebagai menteri pertahanan menjawab bahwa semua pengadaan pesawat Sukhoi SU30MKM dan kapal selam Scorpene oleh Angkatan Tentera Malaysia (ATM) telah disetujui pihak terkait serta memenuhi prosedur kontrak pengadaan alat-alat pertahanan negara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau