JAKARTA, RABU - Polisi membongkar penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di dalam kolam ikan di Desa Wanasari, Kecamatan Widasari, Indramayu. Sedikitnya delapan ton BBM yang dimasukan dalam beberapa drum ditemukan dari kolam ikan tersebut.
Menurut keterangan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Abubakar Nataprawira, BBM yang ditemukan ditimbun di dalam kolam ikan itu merupakan BBM bersubsidi." Diduga minyak yang ditimbun dalam kolam itu akan dijual keperusahaan dengan harga tinggi. Itukan BBM bersubsidi, sehingga mendapat selisih harga yang cukup banyak," jelas Abubakar, Selasa (6/5).
Pengungkapan penimbunan BBM di dalam kolam ikan di wilayah Indramayu itu berkat informasi dari masyarakat. Ada beberapa masyarakat yang melihat kegiatan pengangkutan BBM dari lokasi tersebut. "Setelah kita periksa, ternyata BBM itu ditimbun di kolam ikan," katanya.
Meski telah ditemukan barang bukti penimbunan BBM bersubsidi, namun sampai sekarang polisi belum dapat mengungkap siapa pelakunya. Sebab, menurut keterangan Abubakar, saat polisi melakukan penggrebekan ke lokasi itu, para pelakunya sudah melarikan diri terlebih dahulu. Lokasi tempat ditemukannnya penimbunan BBM saat digrebek polisi dalam keadaan kosong.
"Kita masih cari tersangkanya. Diduga mereka sudah melarikan diri begitu melihat ada polisi yang datang ke lokasinya," ujar Kadiv Humas.
Polda Jawa Barat (Jabar) sering mengadakan operasi penimbunan BBM. Sebab dari hasil penyidikan Polda Jabar, kebutuhan BBM warga Jabar itu hanya 60 persen dari jumlah BBM yang dikirim pertamina ke wilayah BBM. Ini artinya ada sekitar 40 persen dari jumlah BBM bersubsidi yang dikirim ke Jabar, diduga diselewengkan.
Polda Jabar kemudian membuat MoU dengan Pertamina guna melakukan operasi penyalahgunaan BBM Bersubsidi. Berbagai operasi penyalahgunaan BBM bersubsi digelar
berbagai wilayah Jabar. Salah satu hasil operasi yang paling baru adalah penimbunan BBM bersubsidi di dalam kolam ikan ini.
Dalam waktu yang hampir bersamaan, Polda Jabar juga menyita BBM Bersubsidi di Tasikmalaya. Sebanyak tiga ton minyak tanah yang akan dikirim ke Jakarta dari
Sukaratu, Raja polah, berhasil digagalkan. Minyak tanah itu dimasukan dalam 15 drum yang diangkut dengan truk yang ditutup dengan pasir. (Persda Network/sugiyarto)