Membuat Dapur Sekaligus Ruang Keluarga

Kompas.com - 07/05/2008, 11:47 WIB

Ingat serial TV The Cosby Show? Serial keluarga yang populer pada tahun 1980-an itu sering sekali menggunakan dapur sebagai setting. Sebagian besar kegiatan berawal dari dapur. Dapur dijadikan tempat berkumpul yang menyenangkan. Memasak, ngobrol, tukar pikiran, bahkan belajar pun sering dilakukan di tempat itu.

Ide menjadikan dapur bukan hanya sebagai tempat memasak sebenarnya bukan monopoli kebudayaan Barat. Seorang teman yang asli Betawi bercerita bahwa ketika ia masih kecil (tahun 1980-an), neneknya melakukan hal yang sama. Dapur si nenek yang berukuran sekitar 4 m x 5 m menjadi tempat yang asyik untuk berkumpulnya anggota keluarga. Di salah satu sisi dapur terdapat 2 buah kompor kecil, yang dulu berupa tungku kayu. Di sebelahnya ada gerobog (lemari kecil) untuk meletakkan bahan makanan. Bumbu-bumbu dan alat-alat kecil lainnya ditaruh di dake-dake (bilah-bilah kayu yang diletakkan di tembok).

Di sisi yang lain terdapat meja besar dari kayu yang digunakan untuk menyiapkan makanan. Di meja itu juga, cucu-cucu si nenek ini duduk sambil mengobrol dan memerhatikan beliau memasak. Kalau makanan sudah siap, meja itu beralih fungsi menjadi meja makan untuk semua anggota keluarga.

Seperti kebanyakan dapur masyarakat Betawi Tengah, dapur terhubung dengan teras belakang yang penuh dengan pohon salak dan nangka. Di sana, di bawah jendela berjeruji kayu, terdapat bale-bale. Konon, bale-bale ini sering digunakan para lelaki yang pulang milir (bekerja) untuk beristirahat sambil menunggu masakan istrinya. Bale-bale ini juga sering digunakan para ibu untuk memotong-motong sayuran sambil mengobrol dengan tetangga.

Dapur + Ruang Makan
Nah, jika kepingin membuat dapur menjadi ruang keluarga yang menyenangkan, ikuti saja trik yang biasa digunakan para desainer, yaitu menggabungkan dapur dengan ruang makan. Dengan cara ini, dapur terlihat lebih luas dan bisa menjadi ruang multifungsi.

Area makan bisa digunakan untuk mewadahi kegiatan anak ketika sang ibu memasak. Jika dapur terletak terpisah, otomatis ibu mesti bolak-balik dari dan ke dapur demi menjaga si buah hati.

Fungsional, Nyaman, dan Aman
Sebagai tempat berkumpul, dapur mesti dibuat fungsional, nyaman, dan aman. Perhatikan penempatan setiap elemen dapur, termasuk tempat penyimpanan, bak cuci, dan tempat memasak (kompor). Agar dapat bekerja dengan nyaman dan aman, pisahkan antara zona memasak dan zona makan. Pastikan juga tersedia ruang sirkulasi yang cukup dari zona memasak ke zona makan, dan sebaliknya.

Pertukaran udara menjadi hal yang penting jika ingin dapur jadi tempat yang nyaman. Terbayang kan bila asap memenuhi dapur? Tentu tak seorang pun betah berlama-lama di sana. Jendela yang lebar atau sebuah cooker hood dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah asap di dapur.

“Let The View In”
Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, apalagi yang dapat dilakukan? Coba ingat kebiasaan bersantap anggota keluarga atau kenangan masa kecil Anda. Mungkin saja Anda terbiasa makan di alam bebas, atau malah terbiasa makan di pinggir sungai sambil mendengar gemericik air.

Anda bisa menghadirkan suasana alam itu di ruang dapur Anda. Bagi yang rumahnya bebas dari binatang pengganggu, bisa membuat dapur dan ruang makan terbuka, langsung berbatasan dengan taman. Tapi bagi Anda yang tidak mungkin membuat dapur terbuka, Anda bisa menggunakan jendela-jendela lebar. Intinya, biarkan pemandangan masuk sebanyak-banyaknya ke dalam dapur Anda. Dijamin, berkumpul di dapur akan jadi hal yang menyenangkan. (rma)

LOKASI: THE GREEN, BUMI SERPONG DAMAI

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau