Kapal Harus Diperbaiki, Ekspedisi Tertunda

Kompas.com - 08/05/2008, 12:24 WIB

JAKARTA, KAMIS - Kapal Motor Deklarasi Djuanda batal berlayar pagi ini karena mengalami kerusakan. Akibatnya Ekspedisi Garis Depan Nusantara untuk mendata pulau terdepan Republik Indonesia bakal tertunda keberangkatannya selama beberapa jam.

Kapal berkapasitas 40 DWT yang diberangkatkan dari Cilegon  Rabu malam itu baut baling-balingnya terlepas karena menabrak bagang ikan.

"Kapal bertabrakan dengan bagang ikan dan menyebabkan baut baling-balingnya terlepas ketika sampai di Marina Batavia tadi pagi," kata Irwanto, Ketua Tim Ekspedisi Garis Depan Nusantara di Pantai Marina, Jakarta, Kamis (8/5).

Menurut Tohiri, kapten kapal Deklarasi Djuanda, sebenarnya kapal tidak sampai menabrak bagang. Namun saat menghindarinya, ada bagian baling-baling yang lepas.

Kerusakan tersebut akan ditangani oleh PT Carita Boat Indonesia selaku pemilik kapal. Keberangkatan kapal akan ditunda sampai perbaikan selesai. "Kami ingin secepatnya perbaikan kapal selesai paling tidak sampai besok," ujar Irwanto.

Ekspedisi ini akan diawali dengan penjelajahan ke Pulau Enggano di lepas pantai Provinsi Bengkulu. Selanjutnya kapal Deklarasi Djuanda akan menuju Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat, sebelum melanjutkan ke pulau-pulau terluar di Indonesia. (C5-08)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau