JAKARTA, KAMIS - Warga RT 19-20 RW 17 Muara Baru Penjaringan Jakarta Utara kebingungan mencari tempat mengungsi untuk malam ini.
Sejak tanggul pembatas antara laut dan pemukiman warga di Muara baru jebol, Senin (5/5) malam, warga masih bertahan di rumahnya masing-masing."Tapi katanya malam ini puncaknya. Kami bingung nih, belum ada tempat penampungan. Kasihan anak-anak kecil sama orang tua. Untungnya ada gudang miliksebuah pabrik plastik, kalau tidak?" ujar Iskak (50), warga RT 20 RW 17 Muara Baru Penjaringan Jakut kepada Kompas.com, Kamis (8/5).
Jika hingga sore ini belum ada tempat pengungsian, lanjutnya, warga akan bertahan di gudang pabrik tersebut. Menurut pengamatan Kompas.com, gudang itu merupakan tempat paling aman di antara RT 19 dan 20 karena lokasinya yang cukup tinggi dan luas dibandingkan tempat lain.Banjir rob di Muara Baru kali ini menghanyutkan beberapa rumah di kedua RT tersebut.
Selain itu banyak jalan berlubang sedalam lima hingga 30 cm, sehingga sangat membahayakan pengguna jalan, mengingat jalan tersebut tertutup air setinggi 50 cm. Akibat jalan berlubang tersebut, mobil kru salah satu televisi swasta nasional harus merelakan satu bannya karena bocor.(BOB)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang