Jelang Kenaikan BBM, Harga Bahan Makanan Masih Stabil

Kompas.com - 08/05/2008, 17:25 WIB

JAKARTA,KAMIS - Menjelang kenaikan harga BBM medio tahun ini, harga kebutuhan beberapa bahan makanan masih stabil. Naik turun harga masih sering terjadi. Sementara di pasar yang satu terjadi kenaikan, di pasar yang lain justru turun atau masih stabil.

Mudirah, salah satu pedagang di Pasar Palmerah mengaku terjadi kenaikan harga pada beberapa bahan makanan sejak hari Senin silam, seperti cabai merah keriting, bawang merah dan bawang putih. Di kios Mudirah, cabai merah keriting naik Rp 2.000 menjadi Rp 18.000 per kilogram, begitu pula bawang merah yang naik menjadi Rp 16.000 dan bawang putih menjadi Rp 6.000. Ketika ditanyakan soal penyebab kenaikan, Mudirah mengaku tidak mengetahuinya.

"Kita mah pedagang kecil aja, nggak pernah tau jadinya naiknya kenapa. Tapi emang suka nggak tentu, ntar bisa turun lagi, atau bisa tambah naik," ujar Mudirah di Jakarta, Kamis (8/5). Sementara itu di Pasar Cikini, harga-harga bahan makanan diakui masih tergolong stabil. Cabai merah berada di kisaran Rp 20.000 per kilogram, cabai merah besar turun menjadi Rp 18.000 per kg, bawang putih justru turun menjadi Rp 6.000, begitu pula bawang merah yang turun ke harga Rp 15.000 per kg-nya. "Masih stabil aja kok. Nggak ada naik atau turun yang berlebihan," ujar salah satu pedagang sayur dan bumbu di Pasar Cikini.

Sementara itu, Eha, pemilik Warung Makan Ami di daerah Palmerah mengharapkan tidak ada kenaikan yang signifikan pada harga bahan makanan jika harga BBM dinaikkan nanti. "Jangan naik lagilah kalau bisa, susah," ujar Eha singkat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau