KPK Didesak Selesaikan Kasus Awang Faroek

Kompas.com - 09/05/2008, 15:39 WIB

JAKARTA, JUMAT- Ratusan pengunjuk dari berbagai elemen masyarakat di Jakarta, Jumat (9/5), mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut dugaan korupsi yang diduga dilakukan oleh Bupati Kutai Timur Awang Faroek Ishak senilai Rp 270,5 miliar.

Sejumlah elemen masyarakat pengunjuk rasa itu menamakan diri Forum Komunikasi Mahasiswa Kalimantan Timur (FKMKT), Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Arak), Gerakan Berantas Korupsi, Masyarakat Anti Penindasan, Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi, Koalisi Rakyat Berantas Korupsi Kalimantan Timur, dan Barisan Rakyat Anti Korupsi.

"Segera adili dan penjarakan Awang Faroek," kata Bambang Prayitno dari FKMKT.     Menurut dia, uang rakyat yang diduga dikorupsi oleh Awang antara lain berasal dari dana reboisasi dan dana alokasi khusus.

Pengunjuk rasa juga menyampaikan pernyataan sikap tertulis. Dalam pernyataan itu disebutkan, kasus Awang justru terhenti di Kejaksaan Agung sejak 2004. "Kalau memang Kejaksaan Agung mandul dan tidak berani melanjutkan pemeriksaan, saatnya KPK yang dianggap menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi di Indonesia," bunyi pernyataan itu.

Mereka menuntut KPK paling lambat satu pekan ke depan telah mengambil alih kasus dugaan korupsi Awang itu.

Unjuk rasa tersebut, kata Sayed Junaidi Rizaldi dari Arak, merupakan kelanjutan pertemuan Arak dengan KPK hari Senin (5/5) lalu. "Dalam pertemuan itu KPK mengeluh karena kesulitan memperoleh berkas yang ada di kejaksaan. KPK butuh dukungan moral dari kami. Unjuk rasa ini dilakukan untuk memberi dukungan moral kepada KPK," kata Sayed.

Salah seorang pengunjuk rasa Muchtar Sindang mengatakan, Awang saat ini mencalonkan diri sebagai gubernur Kaltim 2008-2013. "Amat berbahaya seorang calon terkait korupsi," katanya.

Sempat terjadi aksi dorong-mendorong antara pengunjuk rasa yang ingin masuk ke Gedung KPK dan polisi yang mencegah mereka masuk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau