JAKARTA,JUMAT - Saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan ditutup beragam, dalam perdangana yang fluktuatif karena belum ada kepastian mengenai kenaikan bahan bakar minyak (BBM). "Pergerakan pasar tidak menentu, karena pelaku pasar masih bingung berapa dampak yang ditimbulkan oleh rencana kenaikkan BBM yang akan dilakukan oleh pemerintah," kata Analis Riset PT Recapital Securities Poltak Hotradero, seperti dikutip Antara di Jakarta, Jumat (9/5).
Menurut Poltak, pergerakan indeks BEI cenderung tidak pasti arahnya, karena pemerintah belum memberikan harga pasti kenaikan BBM, sehingga pelaku pasar belum bisa menghitung berapa besar dampak yang ditimbulkan.
Pada perdagangan akhir pekan ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat naik di awal perdagangan sebesar 5 poin, kembali mengalami tekanan hingga sebesar 16 poin, namun ditutup turun tipis 1,906 poin.
IHSG ditutup turun 0,08 persen menjadi 2.375,027. Demikian juga indeks Kompas100 yang melemah 0,658 poin (0,11 persen) menjadi 594,988. Serta indeks LQ45 melemah 0,684 poin atau 0,13 persen ke posisi 508,839. Sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) berhasil naik 1,036 poin (0,2 persen) menjadi 438,208.
Poltak mengungkapkan, membaiknya indeks BEI ini lebih disebabkan oleh kenaikan saham-saham sektor tambang, seperti Bumi Resources yang menambah Rp 50 ke posisi Rp 7.350, Energi Mega Persada yang naik Rp 20 menjadi Rp 1.100, Aneka Tambang terangkat Rp 25 ke level Rp 3.700, Tambang Batubara Bukit Asam naik Rp 50 ke Rp 11.550 dan Tambang Timah naik Rp 50 ke harga Rp 33.250.
Sementara turunnya beberapa saham unggulan lainnya, seperti Internasional Nickel yang terkoreksi Rp 150 menjadi Rp 6.450, Astra Internasional turun Rp 300 ke harga Rp 20.150 dan Bank BRI yang anjlok Rp 200 ke posisi Rp 6.050 telah menekan indeks BEI.
Namun pergerakan saham di BEI masih didominasi yang naik sebanyak 110 dibanding yang turun 77, sedangkan 71 stagnan dan 204 tidak aktif diperdagangkan. Transaksi yang terjadi sebanyak 65.944 kali dengan volume 2,766 miliar saham dan nilai Rp 3,338 triliun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang