SEMARANG, JUMAT- Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip menyatakan siap mundur dari jabatannya jika akhirnya terbukti bersalah dalam kasus dugaan korupsi dana komunikasi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Semarang periode 1999-2004. Namun, ia meminta masyarakat untuk tidak mudah mempercayai berbagai informasi yang menyudutkan dirinya akhir-akhir ini.
"Saya tegaskan jika ada satu rupiah pun uang rakyat yang masuk ke saya selama memimpin Kota Semarang, saya berani mundur saat ini juga. Saya mengatakan ini karena komitmen saya untuk tidak mengingkari rakyat Semarang," ungkap Wali Kota Semarang Sukawi Sutarip, saat menyampaikan sambutan dalam acara Penyerahan Bantuan Sarana dan Prasarana Umum dan Tempat Ibadah di Aula Pertemuan Balai Kota Semarang, Jumat (9/5).
Menurut Sukawi, informasi-informasi yang berkembang saat ini sangat memojokkan dirinya. Padahal, belum ada keputusan hukum apapun dari aparat hukum. Informasi semacam itu, disebutnya, dapat menjatuhkan nama baiknya.
"Dulu, ketika berjalan di tempat umum, saya merasa bangga karena menjadi pemimpin kota Semarang. Kini, ketika berjalan di tempat umum saya merasa malu. Dalam pikiran saya, orang-orang yang berada di sekitar saya mungkin akan menyebut saya koruptor," tutur Sukawi.
Informasi yang menyudutkannya tersebut, diyakini juga akan mengganggu proses pencalonannya menjadi gubernur Jawa Tengah dalam pemilihan gubernur Juni mendatang. Bahkan di beberapa daerah pelosok, Sukawi mengaku menerima kabar, banyak berita bahwa dirinya telah dipenjara.
"Ini kan sudah keterlaluan. Saya yakin ini adalah bagian dari black campaign (kampanye hitam) untuk mengganjal pencalonan saya sebagai gubernur. Saya hanya berharap, masyarakat tidak terburu-buru mempercayai informasi itu. Karena itu, saya titip pesan, informas ikan pada semua rakyat Semarang, saya bersumpah sama sekali tidak pernah menggelapkan uang mereka," tegas Sukawi kepada para hadirin.
Terkait pengumuman daftar kekayaannya sebesar Rp 56 miliar beberapa waktu lalu, Sukawi mengaku sebagian besar kekayaannya adalah hasil yang diperoleh sebelum dirinya menjabat Wali Kota Semarang. "Hampir semua lahan tanah tersebut dibeli saat saya masih jadi pengusaha real estate. Namanya juga tanah. Tiap tahun, harganya pasti akan naik dengan sendirinya," kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang