Macan Tamil Tenggelamkan Kapal Pemerintah

Kompas.com - 10/05/2008, 15:30 WIB

KOLOMBO, SABTU - Pemberontak Macan Tamil menenggelamkan sebuah kapal niaga yang digunakan angkatan laut Sri Lanka  ketika berlabuh di kota Trincomalee di pantai timur, Sabtu (10/5). Insiden itu terjadi beberapa jam sebelum pemerintah menyelenggarakan pemilu di daerah itu.

Para gerilyawan  mengatakan komando-komando angkatan laut Macan Laut mereka melancarkan serangan sebelum Sabtu subuh ke kapal itu ketika sedang membongkar bahan-bahan peledak yang akan dikirim ke pasukan yang beroperasi di daerah utara pulau itu.

"Para komando dari satuan Kangkai Amaran dari Macan Laut ikut serta dalam misi angkatan laut itu dalam menghancurkan kapal  berukuran 80 meter panjang," kata Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE).

Angkatan laut Sri Lanka mengatakan kapal logistik "MV Invicible" A-520  tenggelam  ketika satu ledakan  menghantamnya, ketika berlabuh  di dermaga Ashroff , pelabuhan Trincomalee, sekitar 300km  dari Kolombo. "Tidak ada korban jiwa  akibat ledakan itu," kata pernyataan sebuah kementerian pertahanan.

Dibangun tahun 1970-an, kapal A-520 itu adalah sebuah kapal  niaga yang diserahkan kepada Angkatan Laut Sri Lanka. Penyerahan itu dilakukan atas perintah pengadilan setelah kapal itu ditangkap  ketika mengangkut 254 migran ilegal di lepas pantai selatan Tangale tahun 2003.
      
Ledakan itu terjadi beberapa jam setelah sebuah  bom menghantam  satu kafe yang ramai pengunjung  di Ampara, daerah timur pulau itu , Jumat (9/5), menewaskan 12 orang dan mencederai paling tidak 36 orang lainnya.

Beberapa menit sebelum ledakan itu, satu konvoi yang membawa seorang menteri penting pemerintah  melewati daerah itu , kata para saksi mata tetapi polisi mengatakan sasaran serangan itu tidak jelas.

Kementerian pertahanan menyalahkan serangan itu pada LTTE, dan menyatakan pemberontak itu ingin mengganggu situasi normal di daerah itu sementara pemerintah sedang bersiap untuk menyelenggarakan pemilu di provinsi timur itu.

Penduduk Batticaloa, Trincomalee dan Ampara yang berjumlah  sekitar satu jiwa  akan  memberikan suara mereka , Sabtu untuk memilih 37 pejabat untuk dewan provinsi timur.

Pemilihan-pemilihan lokal , pertama di wilayah itu  setelah hampir dua dasawarsa, dilakukan setelah pasukan keamanan merebut  daerah timur pulau itu dari LTTE Juli tahun lalu.

Pemerintah memberlakukan penjagaan keamanan yang ketat di sekitar distrik timur itu dengan mengerahkan 20.000 personil pasukan keamanan ke daerah it8 untuk menjamin pemungutan suara itu berjalan lancar, kata kementerian itu.

Pemilu itu dianggap sebagai satu ujian bagi pemerintah Presiden Mahinda Rajapakse sementara meningkatkan perang terhadap pemberontak untuk memperoleh kembali daerah luas yang berada dalam kekuasaan pemberontak di utara.

Walaupun provinsi timur itu  dikatakan sebagai sudah dikuasai penuh pemerintah, LTTE masih beroperasi.  Puluhan ribu orang tewas sejak pemberontak Macan Tamil  melancarkan pemberontakan separatis tahun 1972  untuk mendirikan sebuah negara bagi minoritas Tamil di daerah utara dan timur pulau itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau