JAKARTA, SABTU - Meskipun produksi Liquid Petroleum Gas (LPG) di Unit Pengolahan IV Balongan berhenti karena tengah dalam perbaikan, Pertamina memastikan proses itu tidak akan mengganggu pasokan LPG ke sejumlah daerah termasuk Jakarta. Perbaikan itu diperkirakan akan memakan waktu selama 18 hari. Direktur Pengolahan Pertamina, Rukmi Hadi Hartini, mengatakan, pihaknya telah memperhitungkan segala sesuatunya sebelum perbaikan itu dilakukan.
"Kenapa ya, kalau Balongan rusak semua ribut. Kalau unit lain, nggak pernah gitu (diributkan). Kami sudah memperhitungkan semuanya, stok sudah kita siapkan dengan tambahan dari Cilacap. Jadi, untuk kebutuhan 18 hari di Jakarta aman, selama Balongan sedang diperbaiki," ujar Rukmi kepada Kompas.com, Sabtu (10/5).
Proses perbaikan itu, terang Rukmi, memakan waktu lama di stop and start mesin yang membutuhkan waktu selama 10 hari. Lima hari proses pendinginan mesin dan lima hari untuk memanaskannya kembali. Sementara, perbaikannya sendiri paling lama 8 hari.
Mengenai pemenuhan kebutuhan LPG Jakarta, selama Balongan dalam perbaikan, stok telah didatangkan dari beberapa unit lainnya seperti Cilacap dan Plaju. Kebutuhan LPG di Jakarta, dalam seharinya mencapai 1200 ton per hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang