Tidak Izin, Nikah Amrozi Jalan Terus

Kompas.com - 10/05/2008, 20:29 WIB

JAKARTA, SABTU-Rencana pernikahan Amrozi bin Nurhasyim dengan mantan istri pertamanya Siti Romlah sudah bulat. Ada atau tidak ada izin dari Dirjen Lapas maupun maupun Kejaksaan Agung, pernikahan akan tetap dilangsungkan pada hari Senin (12/5).

Pernikahan Amrozi akan dilakukan dengan cara Syar'i. Yakni salah satu pihak pengantin bisa diwakilkan. Sehingga, tempat pernikahan bisa di tempat calon istri, atau di Nusakambangan tempat Amrozi selama ini menjalani pidana. "Pernikahan yang dilakukan klien kami (Amrozi) itu kan nihah Syar'i. Salah satu pihak pengantin, kalau tidak datang bisa diwakilkan. Makanya, ada atau tidak ada izin, pernikahan tetap berjalan," tegas koordinator Tim Pembela Muslim (TPM) Achmad Midhan di kantornya, Jakarta, Sabtu (10/5).

Dengan nada tegas, Midhan mengkritik pernyataan petinggi Kejagung dan Direktorat Jenderal Lapas yang mengatakan bahwa kalau Amrozi akan menikah di LP Batu, Nusakambangan harus dengan izin Dirjen Lapas dan Kejagung. Bagi Midhan, pernikahan adalah hak asasi seseorang. Sehingga, pemerintah tidak perlu melarang-larang dengan birokrasi perizinan seperti itu

"Memangnya kalau mereka memberi izin nikah, bisa membantu Amrozi untuk mengurus surat numpang nikah, tempat walimahan (pernikahan) dan sekaligus tempat bagi suami memberi nafkah batin ke istrinya? Ini nikah Syar'i. Jadi tidak perlu ada izin-izin segala, pernikahan tetap berjalan," ulang Midhan.

Mengenai tempat pernikahan, TPM merahasiakan. Yang pasti, jika Amrozi tidak bisa hadir untuk melaksanakan pernikahan, ia bisa diwakilkan. Begitu pula sebaliknya. Jika Siti Romlah tidak bisa hadir ke Nusakambangan, maka ia bisa diwakilkan. "Jadi mohon maaf, tempat pernikahan kami rahasiakan," ujar Midhan.

Amrozi dan Siti Romlah dulu pernah menikah. Mereka dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Julia Mahendra (20 tahun). Namun pernikahan mereka kandas. Amrozi menikah lagi dan Siti Romlah juga menikah lagi. Setelah Romlah bercerai, Julia Mahendra menginginkan kedua orang tuanya tersebut menikah kembali.(Persda Network/Yuli Sulistyawan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau