SEMARANG, MINGGU- Meski produksi gas elpiji di Unit Pengolahan IV Balongan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berhenti, pasokan gas untuk Jawa Tengah tidak berubah. Ini terjadi karena sejak terhentinya produksi gas elpiji di Balongan itu berhenti, Unit Bisnis Gas Domestik Region III Pertamina mengambil elpiji dari Surabaya, Jawa Timur. Dengan begitu, kebutuhan elpiji Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta tetap terpenuhi.
Manager Gas Domestik Region III Jateng-DIY Kusnendar mengatakan, meski pemberitahuan mengenai berhentinya proses produksi gas di Balongan mendadak, pasokan elpiji untuk wilayah Jateng dan DIY tetap lancar.
"Sebelum proses produksi berhenti sepenuhnya, pasokan elpiji dari Balongan mulai menyusut. Karena itu kami mulai mengambil pasokan dari Surabaya. Jadi sudah ada antisipasi. Sebelumnya kami mengambil sekitar 100 ton elpiji per hari dari Surabaya. Sejak Jumat lalu, kami mulai mengambil sekitar 350 ton gas per hari," jelas Kusnendar saat dihubungi Minggu (11/5), di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Menurut dia, Jateng dan DIY membutuhkan 700 ton elpiji per hari. Selama ini 350-400 ton elpiji diambil dari Balongan, sedangkan sisanya diambil dari Cilacap. "Kalau yang dari Cilacap tetap lancar. Sisanya kami ambil dari tempat lain yang ada, jadi tidak ada masalah," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang