TIMIKA, MINGGU – Pesawat Merpati bernomor penerbangan MZ-763 batal mengangkut 160 penumpang dari Bandara Sentani Jayapura Papua menuju Timika dengan tujuan akhir Jakarta, Minggu (11/5). Manajemen Merpati mengalihkan perjalanan para penumpang menggunakan pesawat Merpati lainnya karena kerusakan mesin pesawat boeing 737 ini tak dapat diatasi.
”Penyebabnya kerusakan engine. Kronologi detil peristiwa itu saya belum tahu. Laporan belum saya terima,” ujar Yose Rizal, General Manager Merpati Papua, Minggu (11/5) ketika dikonfirmasi dari Timika Kabupaten Mimika.
Yose mengatakan penerbangan MZ-763 seharusnya berangkat dari Sentani pukul 08.00 WIT. Namun ditunggu beberapa saat, kerusakan tak dapat diperbaiki sehingga memaksa manajemen mengganti dengan pesawat cadangan yang telah berada di Jayapura.
Nomor penerbangan itu menurut jadwal singgah di Bandara Timika untuk menuju Bandara Hasanuddin Makassar, Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta, dan Bandara Soekarno-Hatta Jakarta.
Di Timika, sekitar 50 penumpang mengaku kecewa atas kondisi ini. Pasalnya mereka tak dialihkan ke pesawat Merpati atau maskapai lain seperti yang dilakukan kepada penumpang dari Sentani. Mereka diinapkan semalam di Timika.
Pihak Merpati setempat mengatakan pesawat mengalami gangguan mesin dan belum dapat diperbaiki. Teknisi masih menunggu kedatangan suku cadang dari Makassar.
Di tiket penumpang tertulis pesawat ini berangkat pukul 09.40 dari Timika. Namun saat tiba di Bandara Timika sekitar pukul 09.00, mereka menerima pemberitahuan bahwa penerbangan ditunda sehari karena kerusakan mesin pesawat.
”Masak tidak ada kata maaf atas pembatalan ini. Terpaksa semalam lagi di Timika,” ujar Rachelita, calon penumpang di Timika tujuan Makassar. Ia bersama rekannya akhirnya diinapkan semalam di Hotel Serayu Timika.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang