UKM, Fokus Utama Pegadaian

Kompas.com - 12/05/2008, 09:52 WIB

JAKARTA, SENIN - Manajemen baru Perusahaan Umum (Perum) Pegadaian menjanjikan  semakin memperhatikan dan fokus dalam memfasilitasi dan melayani Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). "Arah yang akan menjadi prioritas atau strategi kami adalah  meningkatkan peranan dalam melayani UKM," kata Direktur Keuangan Perum Pegadaian, Budiyanto, di Jakarta, Senin (12/5), seperti dikutip dari Antara.
    
Selain itu, Pegadaian juga akan memaksimalkan pelayanan  kepada masyarakat miskin atau menengah ke bawah untuk mendapatkan pendanaan secara cepat dan mudah. Peningkatakan pelayanan kepada UKM dan masyarakat menengah ke bawah akan dilakukan manajemen melalui pengembangan produk dan jaringan. "Kami jelas akan mengembangkan produk-produk dan memperluas jaringan pelayanan," katanya.
    
Belum sepekan manajemen Pegadaian melaksanakan tugasnya setelah  sebelumnya dilantik jajaran direksi dan dewan pengawas oleh Kementerian Negara BUMN.
    
Budiyanto mengatakan hingga kini pihaknya terus melakukan konsolidasi internal. "Karena baru efektif bertugas empat hari maka konsolidasi belum selesai dilakukan," katanya.
    
Saat ini Pegadaian di bawah kepemimpinan manajemen baru yaitu Chandra Purnama sebagai direktur utama, Direktur Keuangan Budiyanto, Direktur Pengembangan Usaha Wasis Djuhar, Direktur Operasi Moch. Edy Prayitno, serta Direktur Umum dan SDM Sumanto Hadi.
    
Jajaran dewan pengawas yang baru yakni Ketua Suhadi Hadiwijoyo dan anggotanya Siswo Suyanto, Harry Z. Soeratin, Bambang Prayitno, Raksaka Mahi, dan Ketut Setyon.
    
Deputi Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan, Parikesit  Suprapto, sebelumnya mengatakan, pihaknya berharap dengan  manajemen baru tersebut usaha Pegadaian semakin baik dan kompetitif.
    
Apalagi, di tengah segera terbitnya UU Usaha Gadai yang akan semakin memungkinkan pihak swasta melakukan usaha gadai atau bisnis inti serupa dengan Pegadaian.
    
Pegadaian ditetapkan sebagai BUMN dengan tingkat kesehatan sangat sehat sejak 2003 hingga pada prognosa 2007. BUMN jasa gadai itu pada 2007 (prognosa) mendapatkan laba bersih Rp426,9 miliar dengan total pendapatan mencapai Rp2,2 triliun.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau