JAKARTA, SENIN - Manajemen baru Perusahaan Umum (Perum) Pegadaian menjanjikan semakin memperhatikan dan fokus dalam memfasilitasi dan melayani Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). "Arah yang akan menjadi prioritas atau strategi kami adalah meningkatkan peranan dalam melayani UKM," kata Direktur Keuangan Perum Pegadaian, Budiyanto, di Jakarta, Senin (12/5), seperti dikutip dari Antara.
Selain itu, Pegadaian juga akan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat miskin atau menengah ke bawah untuk mendapatkan pendanaan secara cepat dan mudah. Peningkatakan pelayanan kepada UKM dan masyarakat menengah ke bawah akan dilakukan manajemen melalui pengembangan produk dan jaringan. "Kami jelas akan mengembangkan produk-produk dan memperluas jaringan pelayanan," katanya.
Belum sepekan manajemen Pegadaian melaksanakan tugasnya setelah sebelumnya dilantik jajaran direksi dan dewan pengawas oleh Kementerian Negara BUMN.
Budiyanto mengatakan hingga kini pihaknya terus melakukan konsolidasi internal. "Karena baru efektif bertugas empat hari maka konsolidasi belum selesai dilakukan," katanya.
Saat ini Pegadaian di bawah kepemimpinan manajemen baru yaitu Chandra Purnama sebagai direktur utama, Direktur Keuangan Budiyanto, Direktur Pengembangan Usaha Wasis Djuhar, Direktur Operasi Moch. Edy Prayitno, serta Direktur Umum dan SDM Sumanto Hadi.
Jajaran dewan pengawas yang baru yakni Ketua Suhadi Hadiwijoyo dan anggotanya Siswo Suyanto, Harry Z. Soeratin, Bambang Prayitno, Raksaka Mahi, dan Ketut Setyon.
Deputi Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan, Parikesit Suprapto, sebelumnya mengatakan, pihaknya berharap dengan manajemen baru tersebut usaha Pegadaian semakin baik dan kompetitif.
Apalagi, di tengah segera terbitnya UU Usaha Gadai yang akan semakin memungkinkan pihak swasta melakukan usaha gadai atau bisnis inti serupa dengan Pegadaian.
Pegadaian ditetapkan sebagai BUMN dengan tingkat kesehatan sangat sehat sejak 2003 hingga pada prognosa 2007. BUMN jasa gadai itu pada 2007 (prognosa) mendapatkan laba bersih Rp426,9 miliar dengan total pendapatan mencapai Rp2,2 triliun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang