Cari Aman, Sekolah Terapkan Standar Rendah

Kompas.com - 12/05/2008, 18:39 WIB

 

BANDUNG, SENIN-  Sekolah rata-rata menerapkan batas standar kelulusan rendah dalam ujian akhir sekolah berstandar nasional tingkat sekolah dasar tahun 2008 ini. Langkah cari aman ini diambil guna meminimalisasikan risiko ketidaklulusan pada siswa. UASBN ini dilaksanakan serentak mulai Selasa (12/5) hingga Kamis (15/5) mendatang.

Kecenderungan penetapan batas kelulusan rendah ini terungkap berdasarkan hasil penelusuran di sejumlah sekolah, Senin (12/5). Di SDN Cihaurgeulis IV misalnya, batas nilai kelulusan tiga mata pelajaran yang diujikan dalam UASBN dipatok sebesar 4,25 flat atau rata. Ketiga pelajaran yang diujikan secara nasional sesuai urutan waktu ujian adalah Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam.

"Kami tidak mau muluk. Kejar standar tinggi tetapi beresiko. Setidaknya, angka itu sudah sesuai standar minimal. Meski, belum baku," ujar Kepala SDN Cihaurgeulis IV Bani Wardia menajwab pertanyaan soal alasan menerapkan standar angka itu. Sekedar informasi, kelulusan UASBN sepenuhnya ditentukan rapat dewan guru (sekolah). Nilai batas kelulusan juga sepenuhnya ditentukan sekolah.

Kebijakan UASBN macam ini, diakui Bani, menuntut kejelian pemetaan potensi siswa oleh guru. Dari hasil latihan, Matematika itu yang tersulit. Ada beberapa siswa yang masih jelek nilainya, dapat nilai 3 ada empat orang. "Bahkan, nilai 2 ada tiga orang," tuturnya. Total siswa peserta ujian di SDN yang telah terakreditasi A ini adalah 78 orang dari dua kelas pararel.

Lain lagi dengan standar nilai kelulusan di SDN Merdeka V/IV. Di salah satu sekolah favorit ini, standar nilai kelulusannya tidak flat (seragam tiap pelajaran). Nilai IPA misalnya, dipatok 5 sementara Bahasa Indonesia 6. Khusus Matematika, nilainya itu hanya 3,75. Tidak perlu gengsi-gengsi, yang penting diukur kemampuannya itu berapa, ucap Kepala SDN Merdeka V/IV Sri Widiastuti.

Menyikapi gejala ini, aktivis pendidikan Ahmad Taufan menilai, sekolah memilih cara aman dengan merendahkan nilai kelulusan dalam UASBN. Mau tidak mau, nilai yang dipatok itu adalah batas terendah. Nilai siswa yang paling rendah sesuai pemetaan. Kalau mengambil nilai rata-rata, bisa babak belur sekolah, tuturnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau