Kalla Tolak Potong Utang

Kompas.com - 13/05/2008, 11:47 WIB

JAKARTA, TRIBUN - Wakil Presiden yang juga Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya Jusuf Kalla menolak tawaran sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah untuk memangkas pembayaran utang luar negeri. "Pemerintah menolak tawaran memotong pembayaran utang terkait rencana alternatif untuk mencegah kenaikan harga BBM," kata Ketua Umum IMM Amirudin kepada Persda Network seusai bertemu dengan Wapres di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (13/5).

Menurut Amirudin, alasan pemerintah menampik memangkas jumlah pembayaran utang lantaran posisi Indonesia saat ini bukan termasuk negara miskin. "Bila dibandingkan dengan negara lain RI tidak termasuk negara miskin. Itu sebuah aturan main yang harus diikuti Indonesia sebagai bangsa," jelas Kalla seperti yang ditirukan Amirudin. Selain itu, lanjut Amirudin, pemerintah mengemukakan bahwa secara psikologis langkah tersebut tidak mendidik masyarakat Indonesia. "Secara psikologis jika dilakukan pemerintah, maka bisa jadi itu pendidikan yang tidak baik bagi warga," paparnya.

Selain membahas rencana kenaikan harga BBM, pertemuan IMM dengan Wapres juga meminta penjelasan pemerintah terkait dampak krisis energi dan pangan terhadap Indonesia. "Dari penjelasan beliau, akibat krisis inilah Pemerintah Indonesia mau tidak mau melakukan hal yang sama," tandasnya seraya menegaskan, pemerintah berharap masalah tersebut dijabarkan kepada masyarakat. "Wapres meminta kita bersama menjelaskan masalah ini kepada rakyat," tukasnya.

Dalam kesempatan itu, IMM juga membahas rencana muktamar IMM, 26-31 Mei 2008 di Lampung. Menurut rencana, Wapres akan membuka acara tersebut. (Ade Mayasanto/persda network)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau