JAKARTA, TRIBUN - Wakil Presiden yang juga Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya Jusuf Kalla menolak tawaran sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah untuk memangkas pembayaran utang luar negeri. "Pemerintah menolak tawaran memotong pembayaran utang terkait rencana alternatif untuk mencegah kenaikan harga BBM," kata Ketua Umum IMM Amirudin kepada Persda Network seusai bertemu dengan Wapres di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (13/5).
Menurut Amirudin, alasan pemerintah menampik memangkas jumlah pembayaran utang lantaran posisi Indonesia saat ini bukan termasuk negara miskin. "Bila dibandingkan dengan negara lain RI tidak termasuk negara miskin. Itu sebuah aturan main yang harus diikuti Indonesia sebagai bangsa," jelas Kalla seperti yang ditirukan Amirudin. Selain itu, lanjut Amirudin, pemerintah mengemukakan bahwa secara psikologis langkah tersebut tidak mendidik masyarakat Indonesia. "Secara psikologis jika dilakukan pemerintah, maka bisa jadi itu pendidikan yang tidak baik bagi warga," paparnya.
Selain membahas rencana kenaikan harga BBM, pertemuan IMM dengan Wapres juga meminta penjelasan pemerintah terkait dampak krisis energi dan pangan terhadap Indonesia. "Dari penjelasan beliau, akibat krisis inilah Pemerintah Indonesia mau tidak mau melakukan hal yang sama," tandasnya seraya menegaskan, pemerintah berharap masalah tersebut dijabarkan kepada masyarakat. "Wapres meminta kita bersama menjelaskan masalah ini kepada rakyat," tukasnya.
Dalam kesempatan itu, IMM juga membahas rencana muktamar IMM, 26-31 Mei 2008 di Lampung. Menurut rencana, Wapres akan membuka acara tersebut. (Ade Mayasanto/persda network)