BERMAIN di klub elite adalah impian setiap pebola dan itu adalah hal yang jamak terjadi di dunia si kulit bulat. Namun, Fabio Quagliarella bisa dibilang pengecualian. Bomber kelahiran Castellammare di Stabia – sebuah wilayah di Kota Napoli, itu lebih memilih berkomitmen untuk Udinese yang notabene belum masuk dalam jajaran klub elite. Padahal, kesempatan untuk berkostum klub yang lebih besar sangat terbuka baginya pada awal musim ini.
Sebelum Udinese membeli secara penuh kepemilikan Quagliarella dengan menyerahkan uang sekitar 5,5 juta pounds (sekitar Rp100,9 miliar) kepada Sampdoria sang pemilik bomber separuhnya, tawaran untuk bermain di Manchester United sempat datang kepadanya. Selain MU, Quagliarella juga didekati oleh Juventus.
Toh, peluang untuk bermain di klub yang lebih elite itu ternyata tak direspons oleh Quagliarella. Dia lebih memilih untuk bermain bersama Udinese. Semenjak digaet Udinese pada awal musim 2005-06, Quagliarella belum pernah membela klub yang bermarkas di Stadion Friuli itu sebelum musim ini.
Meski sudah menjadi bagian dari Udinese pada awal musim 2005-06, dia langsung dipinjamkan ke Ascoli. Lepas dari Ascoli, Quagliarella dipinang Sampdoria mulai musim 2006-07. Di Luigi Ferraris, status Quagliarella adalah milik bersama Sampdoria dan Udinese setelah Il Samp membelinya separuh harga. Lantaran belum pernah mengenakan seragam Il Zebrette, tak berlebihan jika sejak awal musim ini Quagliarella lebih ngebet bergabung dengan Il Zebrette.
Kata hati memang tak pernah bohong. Quagliarella yang menuruti kata hatinya untuk bermain bersama Il Zebrette tak perlu menyesal. Bersama Il Zebrette penampilannya berkembang pesat. Kolaborasinya bersama Antonio Di Natale membuat Il Zebrette stabil berada di papan atas. Duet ini pun telah menghasilkan 25 gol hingga saat ini dengan perincian Quagliarella mencetak 10 gol dan Di Natale mengemas 15 gol.
Menurut Quagliarella, kunci sukses dari makin menanjaknya performanya saat ini hanya ada satu yakni bermain secara rutin dan reguler. Ya, Quagliarella sadar sepenuhnya. Jika dirinya hanya menuruti emosi dengan bergabung dengan MU, Juventus, atau klub elite lainnya sejak awal musim ini, mungkin kesempatan bermain secara reguler tak akan diperolehnya.
“Kunci suksesku musim ini adalah bermain secara rutin. Dengan itu aku bisa belajar dan meningkatkan kemampuanku secara kontinu. Mungkin jika aku memutuskan pindah ke klub yang lebih besar pada awal musim lalu, aku tak akan mendapatkan apa-apa saat ini. Aku tak mengelak, tentu saja aku ingin bermain di klub besar agar kesempatan meraih trofi lebih besar. Namun, untuk saat ini aku merasa bahagia di sini,” paparnya seperti dirilis Eyefootball.com.
Berdasar itulah pada musim depan Quagliarella mengisyaratkan akan tetap berada di Friuli meski belakangan ini dia juga santer dikaitkan dengan klub lain seperti AC Milan, Napoli, dan tentunya Juventus. Sebelum akhirnya benar-benar pergi, Quagliarella akan pergi dengan meninggalkan sesuatu yang layak dikenang berupa trofi.
“Udinese menginvestasikan uang yang tak sedikit pada diriku dan aku hanya bisa membalas untuk terus mengenakan seragam putih hitam milik klub ini. Udinese adalah klub yang sangat ambisius dan di sinilah aku bisa menunjukkan kemampuanku yang sesungguhnya. Untuk itulah kenapa aku senang berada di sini,” lanjut Quagliarella yang memiliki kontrak bersama Il Zebrette hingga 30 Juni 2012.
SATU TEMPAT DI EURO 2008
Keputusannya untuk bermain bersama Il Zebrette pada musim ini sungguh brilian. Lantaran menjadi pemain reguler, satu tempat di timnas Italia yang dipersiapkan untuk Euro 2008 mendatang kemungkinan besar digenggamnya. Meski allenatore Roberto Donadoni belum mengeluarkan daftar final pemain ayang akan dibawa ke Austria-Swiss pada Juni mendatang, namun media-media di Italia yakin Quagliarella adalah salah satu penyerang yang masuk dalam rencananya.
Bukannya apa-apa, Donadoni-lah yang menemukan bakatnya dan kemudian mempromosikan Quagliarella masuk ke skuad Gli Azzurri selama ini. So, eks pelatih Livorno itu sangat paham dengan karakter permainan Quagliarella. Debut Quagliarella bersama Gli Azzurri terjadi ketika Italia mengalahkan Skotlandia 2-0 dalam laga Kualifikasi Euro 2008 (28/3/07). Saat itu dia menggantikan Luca Toni pada menit ke-87.
Berselang sekitar 3 bulan kemudian, Quagliarella mencetak gol perdana bagi Gli Azzurri. Tak hanya satu, dia langsung memborong dua gol kemenangan Gli Azzurri atas Lithuania di Kaunas dalam laga penting di Kualifikasi Euro 2008 (6/6/07). Berkat aksi Quagliarella saat itulah Gli Azzurri yang semula dalam posisi rawan untuk lolos ke Austria-Swiss menjadi lebih aman.
“Saya mengenal betul karakter permainannya. Dia adalah pemain yang multifungsi. Dia bisa ditempatkan sebagai penyerang kanan dan penyerang tengah dalam formasi 4-3-3. Dia juga bisa ditempatkan sebagai gelandang kanan dalam formasi 4-2-3-1 dan 4-4-2. Timnas sangat beruntung memiliki pemain seperti dia,” puji Donadoni.
Satu tempat di Austria-Swiss sepertinya memang tak lepas dari Quagliarella meski saat ini muncul banyak pesaing. Hal ini bisa dilihat dari pilihan pemain Donadoni dalam beberapa partai persahabatan Gli Azzurri akhir-akhir ini menjelang Euro 2008. Nama Quagliarella selalu berada dalam daftar pemain Donadoni. Bahkan, Quagliarella turut menyumbang sebuah gol ketika Gli Azzurri mengalahkan Portugal 3-1 dalam laga persahabatan yang berlangsung di Zurich (6/2).
“Mencetak gol ketika memakai seragam timnas adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Aku bahkan sampai terharu ketika bisa melakukannya. Aku berterima kasih kepada Roberto (Donadoni, Red) lantaran terus memercayaiku. Lebih bahagia lagi jika aku mampu melakukannya di Austria-Swiss nanti,” papar Quagliarella.
Meski siapa-siapa yang dibawa ke Austria-Swiss nanti belum jelas dan masih meraba-raba, namun sepertinya peluang Quagliarella cukup besar. Kebersamaannya di Udinese dengan Di Natale yang tempatnya di Gli Azzurri sudah pasti menjadi kunci Donadoni untuk menggunakan jasanya di Euro 2008 nanti. (EDY/Soccer)
Fakta Quagliarella
Nama lengkap: Fabio Quagliarella
Julukan: -
Lahir: Castellammare di Stabia, Napoli (Italia), 31 Januari 1983
Tinggi/Berat: 182 cm/873 kg
Posisi: Striker
Nomor kostum: 27 (Udinese)
Debut Serie-A: 14 Mei 2000, Torinio 2-1 Piacenza
Debut timnas: 28 Maret 2007, Italia 2-0 Skotlandia
Karier klub:
2007-08 Udinese
2006-07 Sampdoria
2005-06 Ascoli
2004-05 Torino
2003-04 Chieti
Jan 2003 Chieti
2002-03 Florentia Viola C2
2001-02 Torino
2000-01 Torino
1999-00 Torino